Implementasi Pelatihan Islamic Technopreneurship terhadap Pengembangan Usaha Pertanian Organik
Keywords:
Islamic Technopreneurship, Pelatihan, Pertanian Organik, Kewirausahaan IslamAbstract
Pertanian organik merupakan salah satu bentuk pertanian berkelanjutan yang menekankan penggunaan sumber daya ramah lingkungan dan berorientasi pada kesehatan ekosistem serta konsumen. Namun, pengembangan usaha pertanian organik masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan kapasitas teknis, manajerial, dan inovasi pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pelatihan Islamic technopreneurship dalam pengembangan usaha pertanian organik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Islamic technopreneurship mampu meningkatkan kompetensi teknis, kemampuan manajerial, serta pemahaman nilai-nilai Islam pelaku usaha pertanian organik. Metode pelatihan yang partisipatif dan aplikatif mendorong keterlibatan aktif peserta dan mempermudah penerapan materi dalam praktik usaha. Integrasi teknologi, kewirausahaan, dan nilai-nilai Islam seperti amanah, kejujuran, keadilan, serta prinsip halal dan thayyib menjadikan Islamic technopreneurship sebagai pendekatan yang relevan dalam pengembangan usaha pertanian organik yang berkelanjutan.