Islam, Ketahanan Energi dan Pangan serta Diskursus “Wahabi Lingkungan” di Indonesia
Keywords:
Ketahanan Pangan, Ketahanan Energi, Etika Islam, Wahabi Lingkungan, IndonesiaAbstract
Penelitian ini mengkaji diskursus “Wahabi Lingkungan” dalam kaitannya dengan isu ketahanan pangan dan energi di Indonesia melalui perspektif ekologi politik dan etika Islam. Istilah tersebut dipahami sebagai intervensi wacana yang merefleksikan ketegangan antara militansi gerakan lingkungan dan kebutuhan akan legitimasi sosial, khususnya dalam menghadapi krisis ekologis yang berdampak langsung pada sektor pangan dan energi. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis wacana kritis dan kajian teoritis, penelitian ini menelaah peran bahasa, media, dan relasi kuasa dalam membentuk persepsi publik terhadap perjuangan ekologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pangan dan energi merupakan sistem multidimensional yang mencakup keberlanjutan ekosistem, keadilan distribusi, aksesibilitas, dan penerimaan sosial. Ajaran Islam menyediakan kerangka normatif bagi pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan pangan dan energi berpotensi memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.