Implementasi Prinsip 1P 5C Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Kredit di BFI Finance Cabang Solo 2
DOI:
https://doi.org/10.70294/ino999Keywords:
Prinsip 1P 5C, Pengambilan Keputusan Kredit, BFI Finance, Industri Pembiayaan, Analisis Risiko.Abstract
Penelitian ini mengkaji implementasi prinsip 1P 5C (Purpose, Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition) sebagai dasar pengambilan keputusan kredit di BFI Finance Cabang Solo 2, sebuah perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia. Industri pembiayaan menghadapi tantangan seperti risiko kredit macet, persaingan ketat, dan perubahan regulasi, sehingga prinsip 1P 5C menjadi penting untuk menilai kelayakan debitur secara holistik dan mengurangi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana prinsip tersebut diterapkan dalam praktik, mengidentifikasi tantangan, serta memberikan wawasan untuk meningkatkan strategi pengambilan keputusan kredit. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dan observasi langsung pada subjek seperti Pimpinan Cabang, Credit Analyst, Surveyor, dan staf terkait di BFI Finance Cabang Solo 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip 1P 5C dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan persyaratan, survei oleh surveyor, analisis oleh Credit Analyst, hingga persetujuan oleh Pimpinan Cabang. Tantangan utama meliputi kesulitan mendapatkan informasi detail dari debitur dan warga sekitar, yang diatasi dengan observasi langsung, analisis dokumen, dan integrasi teknologi. Kesimpulannya, prinsip 1P 5C efektif mengurangi risiko kredit dan meningkatkan efisiensi operasional, namun perlu diperkuat dengan pelatihan rutin dan integrasi teknologi untuk menghadapi dinamika industri. Penelitian ini memberikan referensi bagi peneliti masa depan dan saran bagi perusahaan untuk meningkatkan literasi keuangan nasabah serta eksplorasi dampak teknologi dalam analisis kredit.