Makna Simbolis Dalam Tradisi Mandi Safar di Pulau Rupat

Authors

  • Rika Ardila Universitas Islam Riau Author
  • Alber Universitas Islam Riau Author

Keywords:

Tradisi Mandi Safar, Makna Simbolis, Solidaritas Sosial, Identitas Budaya, Pulau Rupat.

Abstract

Tradisi Mandi Safar merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, yang masih dilaksanakan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolis yang terkandung dalam tradisi Mandi Safar, meliputi aspek penyucian diri, penolak bala, nilai religius, serta solidaritas sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Tanjung Medang yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Dari aspek sosial budaya, tradisi Mandi Safar juga berperan penting dalam memperkuat hubungan antaranggota masyarakat. Pelaksanaan ritual yang dilakukan secara bersama-sama menciptakan interaksi sosial, rasa kebersamaan, dan semangat gotong royong. Masyarakat terlibat mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga tradisi ini menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi dan mempertahankan solidaritas sosial masyarakat Melayu Pulau Rupat. Selain itu, keberadaan tradisi Mandi Safar juga menjadi bentuk pelestarian identitas budaya lokal serta memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mandi Safar tidak hanya dimaknai sebagai ritual budaya, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan sosial yang kuat. Simbol air dalam tradisi ini bermakna sebagai penyucian diri, sedangkan pelaksanaan bersama mencerminkan kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian identitas budaya lokal. Tradisi ini menjadi bentuk perpaduan antara nilai Islam dan budaya Melayu yang terus dipertahankan masyarakat Pulau Rupat.

References

Andriani, R., Rahmah, S. F., Aji, D., Putra, K., Bahasa, P., & Ilmu, F. (2023). Bulan Oktober. i, 112–120.

Ash-shiddiqei, M. A. (2025). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Mandi Safar Pada Bulan Safar Di Kota Sampit. 170–179.

Barat, K. (2023). MELAYU DI PEDALAMAN KAPUAS. 116–137.

Khoiriyah, A. M. (2024). Analisis Naskah Drama " La Tagdhob " Karya Azis W . Adhirawa dengan Menggunakan Pendekatan Struktural. 2(2).

Mustajab, S., & Septiara, D. (n.d.). Mandi Safar sebagai Warisan Budaya Lokal : Kajian Budaya Masyarakat Desa Air Hitam Laut , Jambi. 53–70.

Nomor 7328/md-d/sd-s1/2025. (2025).

Raya, I. P. (2022). Local Wisdom Values Of Mandi Safar Tradition In Kotawaringin Timur , Sampit Nilai kearifan lokal tradisi Mandi on . Besides , tradition is also as part of the culture . Tradition is a ritual activity that involves all citizens of the community with the aim of obtaining. 4, 51–59.

Safar, M. (2021). Jurnal Interdisiplin Sosiologi Agama ( JINSA ) Jurnal Interdisiplin Sosiologi Agama ( JINSA ). 01.

Tinggi, S., Islam, A., Bengkalis, N., Tinggi, S., Islam, A., Bengkalis, N., Tinggi, S., Islam, A., & Bengkalis, N. (2023). Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora. 1(September), 85–99.

Utara, R., & Bengkalis, K. (2023). Persepsi masyarakat terhadap tradisi mandi safar sebagai daya tarik wisata budaya di tanjung punak rupat utara kabupaten bengkalis. 4(6), 13–32.

Bengkalis, K., & Riau, P. (n.d.). Safar Bath Culture Ritual “ Islamic Legal Approach in Islamic History Perspective in Indonesia ; Case Study in Tanjung Punak Village Rupat Island , Bengkalis Regency , Riau Province . Ritual Budaya Mandi Safar “ Pendekatan Hukum Islam dalam Perspektif Sejarah Islam di Indonesia ; Studi Kasus di Desa Tanjung Punak Pulau Rupat ,. 401–429.

Fajar, M. (2020). Sumberdanti Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember ( Berdasarkan Undang-Undang No . 5 Tahun 1960 Tentang Pokok-Pokok Agraria Dan Perpres No . 86 Tahun 2018 Tentang Reforma Agraria ) SKRIPSI Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Hukum S . H Fakultas Syari ’ ah Progran Studi Hukum Ekonomi Syari ’ ah INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS SYARI ’ AH DESEMBER 2020. (5).

Makna, D. A. N., Idiomatik, F., Nggadung, G., Kosmas, J., Margareta, K. M., Nusa, U., & Kupang, C. (2023). DALAM TUTURAN RITUAL BUDAYA MANGGARAI TIMUR Alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia , Fakultas Keguruan dan Ilmu Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan , Universitas Nusa Cendana Kupang. 4(1), 9–14.

Mandi, K., Menelusuri, S., Indah, N., & Aris, L. O. (2025). Dan Tradisi Masyarakat Muna The Blessings Of Safar Bathing : Exploring The Spirituality And. 9(2), 296–306.

Mustajab, S., & Septiara, D. (n.d.). Mandi Safar sebagai Warisan Budaya Lokal : Kajian Budaya Masyarakat Desa Air Hitam Laut , Jambi. 53–70.

Penyengat, M. P. (2026). No Title. 11, 124–130.

Tinggi, S., Dakwah, I., & Islamiyah, D. (2023). El-Hikmah : Jurnal Ilmu Dakwah dan Pendahuluan Fokus paper ini mendeskpripsikan tentang desain penelitian etnografi yang. 97–121.

Ash-shiddiqei, M. A. (2025). Tinjauan Hukum Islam terhadap Tradisi Mandi Safar pada Bulan Safar di Kota Sampit.

Suroyo, dkk. (2022). Local Wisdom Values of Mandi Safar Tradition.

Syaiful, dkk. (2023). Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora.

Alfadhilah. (2021). Kajian simbol dan nilai religius dalam tradisi Mandi Safar.

Ashsubli. (2018). Kajian ritual Mandi Safar sebagai budaya masyarakat Melayu.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Chicago: Basic Books. (Sebagai teori pendukung analisis simbolik).

(Ash-shiddiqei, 2025)Ash-shiddiqei, M. A. (2025). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Mandi Safar Pada Bulan Safar Di Kota Sampit. 170–179.

Budaya, W., Pulau, D. I., & Kabupaten, R. (2021). Intelektiva : jurnal ekonomi, sosial & humaniora. 2(12), 96–114.

Islam, P. (2017). 16(2), 196–210.

Pariwisata, P., Kecamatan, D., Utara, R., Nainggolan, H., Ilmu, F., Politik, I., & Riau, U. (2023). Kebijakan Komunikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis Dalam. 16(2), 416–424.

Sebagai, D., Satu, S., Guna, S., & Gelar, M. (2020). Eksistensi tari zapin api di desa teluk rhu kecamatan rupat utara kabupaten bengkalis provinsi riau skripsi.

Tahanan, P., & Rendra, K. W. S. (2023). 1 , 2 , 3. IV.

Tinggi, S., Islam, A., Bengkalis, N., Tinggi, S., Islam, A., Bengkalis, N., Tinggi, S., Islam, A., & Bengkalis, N. (2023). Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora. 1(September), 85–99.

Downloads

Published

2026-07-03

How to Cite

Makna Simbolis Dalam Tradisi Mandi Safar di Pulau Rupat. (2026). INOMATEC: Jurnal Inovasi Dan Kajian Multidisipliner Kontemporer , 1(09). https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/view/1497

Similar Articles

61-70 of 312

You may also start an advanced similarity search for this article.