Olahraga sebagai Arena Politik Identitas: Analisis Kebijakan FIFA terhadap Rusia dan Israel dalam Kerangka Konstruktivis
DOI:
https://doi.org/10.70294/397syw11Keywords:
FIFA, Konstruktivisme, Tata Kelola Olahraga Internasional, Politik IdentitasAbstract
Kebijakan dualistik FIFA dalam menanggapi invasi Rusia dan Israel mempertanyakan komitmennya terhadap netralitas dan imparsialitas seperti yang tertuang dalam statuta organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dualitas tersebut melalui pendekatan konstruktivis, dengan argumen bahwa keputusan FIFA tidak hanya didasarkan pada pertimbangan hukum, melainkan dikonstruksi secara sosial melalui norma, identitas, dan wacana dominan dalam tata kelola sepak bola global. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis, penelitian ini mengkaji dokumen resmi FIFA, siaran pers, dan sumber sekunder dari periode 2021–2023. Temuan menunjukkan bahwa Rusia secara konsisten dikonstruksi sebagai “agresor” dalam wacana internasional, yang melegitimasi sanksi keras FIFA. Sebaliknya, Israel dibingkai sebagai “pihak dalam konflik kompleks” dan “sekutu strategis”, sehingga terlindungi dari tindakan disipliner serupa. Penerapan norma yang selektif ini memperlihatkan bagaimana FIFA beroperasi sebagai arena politik di mana konstruksi identitas dan relasi kuasa membentuk kebijakan. Studi ini menyimpulkan bahwa standar ganda FIFA mencerminkan hierarki geopolitik dan politik identitas yang lebih luas, yang mengikis legitimasinya sebagai rezim internasional yang netral. Rekomendasi ditawarkan untuk reformasi institusional guna meningkatkan transparansi, konsistensi, dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan FIFA.