Menanamkan Nilai Pancasila pada Generasi Muda
DOI:
https://doi.org/10.70294/vr099g77Keywords:
Pancasila, Generasi Muda, Penanaman Nilai, Kesadaran Sosial, Ruang DigitalAbstract
Perubahan sosial yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi digital dan keterbukaan global telah membentuk ruang kehidupan generasi muda Indonesia yang semakin kompleks. Generasi muda saat ini tumbuh dalam lingkungan sosial yang tidak hanya dipengaruhi oleh keluarga dan pendidikan formal, tetapi juga oleh ruang digital yang membentuk pola pikir, sikap, dan orientasi nilai. Kondisi ini menghadirkan tantangan serius dalam penanaman nilai-nilai Pancasila yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai pengetahuan normatif dibandingkan sebagai pedoman etis dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penanaman nilai Pancasila pada generasi muda, memahami proses penanaman nilai tersebut sebagai fenomena sosial yang tidak netral, serta mengkaji ketegangan antara nilai-nilai Pancasila dan realitas kehidupan kontemporer yang dihadapi generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka terhadap artikel jurnal nasional dan dokumen ilmiah yang relevan dengan kajian Pancasila dan generasi muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya internalisasi nilai Pancasila tidak disebabkan oleh penolakan generasi muda terhadap Pancasila sebagai dasar negara, melainkan oleh adanya jarak antara nilai yang diajarkan dan pengalaman sosial yang mereka alami dalam kehidupan nyata. Nilai Pancasila sering kali hadir dalam bentuk simbolik dan seremonial, sementara realitas sosial yang dihadapi generasi muda memperlihatkan praktik yang tidak selalu selaras dengan nilai tersebut, terutama dalam ruang pendidikan dan ruang digital. Oleh karena itu, penanaman nilai Pancasila perlu direorientasi sebagai proses dialogis dan kontekstual yang menempatkan generasi muda sebagai subjek aktif dalam memaknai dan menghidupi nilai kebangsaan. Pendekatan semacam ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara nilai normatif Pancasila dan praktik sosial generasi muda di era modern.