Representasi Identitas Gender Seme dan Uke (Studi Netnografi Korean Roleplayer di Media Sosial Telegram)
DOI:
https://doi.org/10.70294/Keywords:
Representasi, Identitas Gender, Korean Roleplayer, Seme dan UkeAbstract
Penelitian ini membahas tentang budaya populer Korea yang berbaur dengan budaya seme dan uke dari Jepang dalam komunitas Korean roleplayer di platform media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana identitas gender pemain Korean roleplayer seme dan uke direpresentasikan dalam media sosial telegram, serta mendeskripsikan dampaknya terhadap kehidupan nyata para pemain. Penelitian ini menggunakan konsep dari Sherry Turkle mengenai identitas sebagai pisau analisis teoritis. Desain penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode netnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi identitas gender dalam Korean roleplayer seme dan uke dibangun melalui narasi, visual (foto idol K-pop), gaya interaksi, serta bahasa yang digunakan dalam permainan peran. Identitas seme direpresentasikan dengan sifat maskulin, dominan, dan tegas, sedangkan uke digambarkan feminin, penurut, dan lembut. Ruang digital telegram memungkinkan terjadinya gender swapping dan eksplorasi identitas tanpa batas sosial konvensional. Aktivitas roleplayer tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga membentuk pengalaman sosial yang berdampak pada timbul nya aktivitas pelecehan eksploitasi, kecanduan, pembentukan orientasi seksual, dukungan terhadap identitas gender yang berbeda, serta eksistensi komunitas LGBT. Fenomena ini mencerminkan dinamika sosial-kultural baru dalam memaknai identitas gender di era digital.