Tinjauan Literatur Sistematis Implementasi Pengecekan Utilitas di Industri Manufaktur Menggunakan Pendekatan Prisma
DOI:
https://doi.org/10.70294/psad2w72Keywords:
Pengecekan Utilitas, Industri Manufaktur, Systematic Literature Review, Predictive Maintenance, Industry 4.0, ISO 50001, Energy Management, Operational ExcellenceAbstract
Utilitas industri merupakan infrastruktur kritis yang menentukan kelangsungan operasional perusahaan manufaktur. Implementasi sistem pengecekan utilitas yang efektif menjadi semakin penting di era Industry 4.0 untuk meningkatkan ini bertujuan menganalisis implementasi pengecekan utilitas di industri manufaktur melalui tinjauan literatur sistematis untuk mengidentifikasi praktik terkini, teknologi yang digunakan, faktor keberhasilan, serta dampak terhadap kinerja operasional. Menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), penelitian ini menganalisis 10 artikel jurnal peer-reviewed yang dari database Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, dan ScienceDirect. Proses seleksi dilakukan melalui empat tahap sistematis menghasilkan 10 artikel utama yang memenuhi kriteria kualitas dan relevansi. Analisis literatur menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terjadi evolusi paradigma dari reactive maintenance menuju predictive dan prescriptive maintenance yang didukung teknologi Industry 4.0 (IoT, AI, Big Data Analytics, Digital Twin). Kedua, implementasi sistem pengecekan utilitas berbasis standar ISO 50001 terbukti meningkatkan kinerja energi secara signifikan, dengan organisasi yang menerapkan Energy Management System (EnMS) mencapai rata-rata pengurangan biaya energi 12% dalam 15 bulan pertama. Ketiga, integrasi teknologi digital memungkinkan monitoring real-time dan predictive analytics yang meningkatkan reliabilitas equipment dan mengurangi unplanned downtime. Faktor keberhasilan implementasi meliputi komitmen top management, kompetensi SDM dalam teknologi digital, integrasi sistem dengan existing infrastructure, dan continuous improvement culture. Hambatan utama yang teridentifikasi adalah investasi awal yang substansial, gap kompetensi dalam data analytics dan AI, kompleksitas integrasi legacy systems, dan resistensi organizational change. Implementasi pengecekan utilitas yang efektif memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek teknologi, manajemen, dan budaya organisasi. Framework berbasis ISO 50001 dengan dukungan teknologi Industry 4.0 terbukti memberikan nilai bisnis yang signifikan melalui energy cost savings, operational excellence, dan competitive advantage. Penelitian ini mengidentifikasi 8 research gaps yang memerlukan eksplorasi lebih lanjut, termasuk contextual adaptation untuk SMEs, long-term sustainability impact, dan cybersecurity dalam IoT-enabled utilities. Penelitian menyediakan sintesis komprehensif literatur terkini, framework implementasi berbasis evidensi, dan rekomendasi praktis untuk berbagai stakeholder dalam mengoptimalkan implementasi pengecekan utilitas di industri manufaktur.