Strategi Guru dalam Membangun Etika Berkomunikasi Peserta Didik MI

Authors

  • Zahrotul Laili Mala Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Author
  • Mulia Ekawati Maily Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Author
  • Aura Rahmadewi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Author

DOI:

https://doi.org/10.70294/pbkm7541

Keywords:

Etika Berkomunikasi, Strategi Guru, Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Karakter, Budaya Sekolah

Abstract

Etika berkomunikasi merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik Madrasah Ibtidaiyah, terutama di tengah perubahan sosial dan pesatnya perkembangan media digital yang memengaruhi pola interaksi anak. Pada usia sekolah dasar, peserta didik berada pada fase pembentukan kebiasaan berbahasa dan bersosialisasi, sehingga memerlukan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Guru memiliki peran strategis dalam membangun etika berkomunikasi melalui keteladanan, pembiasaan, serta pengelolaan interaksi edukatif di lingkungan sekolah. Namun demikian, praktik pembinaan etika komunikasi di MI masih menunjukkan variasi dan menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi etika berkomunikasi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah, menganalisis strategi guru dalam membangun etika berkomunikasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Madrasah Ibtidaiyah dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap strategi dan praktik pembinaan etika berkomunikasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berkomunikasi peserta didik MI berada pada kondisi yang beragam dan belum sepenuhnya terinternalisasi secara merata. Guru menerapkan berbagai strategi pembinaan, antara lain keteladanan dalam berbahasa, pembiasaan komunikasi santun, pemberian teguran edukatif, integrasi nilai etika komunikasi dalam proses pembelajaran, serta kolaborasi dengan orang tua. Strategi tersebut dinilai cukup efektif dalam membentuk perilaku komunikasi yang santun, meskipun masih dihadapkan pada kendala seperti pengaruh media digital, perbedaan latar belakang lingkungan keluarga, dan keterbatasan waktu pembinaan individual. Strategi guru berperan penting dalam membangun etika berkomunikasi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah melalui pendekatan yang komprehensif dan humanis. Pembinaan etika komunikasi memerlukan sinergi antara keteladanan guru, budaya sekolah yang kondusif, serta dukungan lingkungan keluarga. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, konsistensi pembiasaan, dan peningkatan kerja sama antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama dalam mewujudkan etika berkomunikasi peserta didik MI yang berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-01-10

Similar Articles

11-20 of 141

You may also start an advanced similarity search for this article.