DNA Akuntansi Dalam Wayang Golek: Mengungkap Sistem Keuangan Yang Tersembunyi Dalam Seni Pertunjukan Tradisional

Authors

  • Sabita Suryaputri Universitas Pasundan Author
  • Dahlia Universitas Pasundan Author
  • Neng Siti Nurfauziah Universitas Pasundan Author
  • Nayma Rohima Sastraningrum Universitas Pasundan Author
  • Ruth Helen Nainggolan Universitas Pasundan Author
  • Saela Miftahul Zanah Universitas Pasundan Author

Keywords:

Etnoakuntansi, Wayang Golek, Akuntabilitas Sosial, Akuntabilitas Sosial, Nilai Budaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik akuntansi dalam pertunjukan wayang golek sebagai komponen yang tidak termasuk dalam sistem sosial dan budaya komunitas seni. Penelitian ini didasarkan pada analisiskritis terhadap akuntansi arus utama, yang menekankan akuntansi sebagai praktik teknis dan formal. Akibatnya, praktik ini sering menentang peran pada norma, nilai, dan hubungan sosial dalam pengembangan aktivitas ekonomi tradisional. Wayang golek dipilih sebagai objek penelitian karena, selain berfungsi sebagai sarana mengekspresikan kehidupan sehari-hari, seni pertunjukan juga merupakan aktivitas ekonomi yang melibatkan berbagai pembentukan interaksi sosial, pengelolaan dana, dan pembagian pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi berdasarkan analisis literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti artikel jurnal ilmiah, buku akademik, makalah penelitian, serta bahan tertulis dan audiovisual yang relevan dengan topik wayang golek etnoakuntansi, dan ekonomi berbasis budaya. Analisis data dilakukan secara tematis menggunakan model Miles dan Huberman, yang memudahkan pengumpulan data. Pengorganisasian tema, dan analisis kesimpulan. Selain itu, analisis kompratif kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara nilai-nilai tradisional dan praktik akuntansi yang diidentifikasi dari berbagai sumber. Temuan studi menunjukan bahwa pengelolaan keuangan dalam pertunjukan wayang golek dilakukan melalui mekanisme informal dengan pola yang relative konsisten. Proses perencanaan keuangan dilakukan melalui negosiasi sosial dan pemahaman berdasarkan pada hubungan dan kepercayaan antar seniman. Pengendalian sumber daya tidak bergantung pada prosedur admnistratif formal, sebaliknya dilakukan melalui mekanisme berbasis kepercayaan yang didukung oleh reputasi sosial dan amanah. Distribusi honorarium mengikuti prinsip distribusi kebutuhan dan kesejahteraan kolektif, sementara akuntabilitas dicapai melalui komunikasi terbuka dengan individu, termasuk senior dan komunitas. Dari sudut pandang konseptual, penelitian ini menyoroti konsep “DNA Akuntansi” dalam wayang golek, yang menyarankan bahwa praktik akuntansi lebih erat terkait dengan norma dan nilai pada formalisasi sistem. Artikel ini memperkuat gagasan bahwa akuntansi adalah praktik sosial kontekstual yang berkontribusi pada pengembangan etnoakuntansi dan akuntansi kritis di Indonesia.

Published

2026-01-06

Similar Articles

31-40 of 154

You may also start an advanced similarity search for this article.