Upacara Panggih: Simbol dan Makna dalam Tradisi Budaya Pernikahan Adat Jawa

Authors

  • Nurhuda MAN 2 Kota Madiun Author
  • Annora Zizi Fata MAN 2 Kota Madiun Author
  • Dewi Oktarianti MAN 2 Kota Madiun Author
  • Fahmi Amrulah MAN 2 Kota Madiun Author
  • Nova Jian Okta Melani MAN 2 Kota Madiun Author

Keywords:

Upacara panggih, pernikahan, adat jawa

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah tradisi pernikahan adat Jawa yang sarat akan makna filosofis, simbolis, dan nilai-nilai kehidupan. Bagi masyarakat Jawa, pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, tetapi juga menjadi ikatan antara dua keluarga besar yang dilandasi rasa hormat, tanggung jawab, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis.Tradisi ini berkembang melalui proses akulturasi budaya Hindu-Buddha dan Islam, sehingga melahirkan rangkaian prosesi seperti siraman, midodareni, ijab qabul, panggih, dan sungkeman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori etnografi komunikasi Dell Hymes yang menitikberatkan pada situasi, peristiwa, dan tindakan komunikasi dalam upacara Panggih.Tujuan penelitian adalah memahami makna simbolik setiap prosesi Panggih, menggambarkan pelaksanaannya dalam pernikahan adat Jawa, serta menganalisis kesesuaiannya dengan perspektif hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Panggih tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap adat, tetapi juga menjadi media penyampaian pesan moral, doa, dan nasihat kepada kedua mempelai.Setiap simbol yang digunakan mengandung nilai kesucian, kebersamaan, kasih sayang, tanggung jawab, dan penghormatan kepada keluarga. Tradisi ini juga membuktikan bahwa budaya Jawa mampu beradaptasi dengan ajaran Islam secara harmonis tanpa menghilangkan identitas budaya lokal, sehingga tetap relevan dan dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini.

References

Albanna, H. (2014). Upacara Panggih Temanten Perspekti ‘Urf. Al-Hukama': The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 4(1), 177-202.

Asikin, A. R. (2019). Tradisi Upacara Panggih dalam Pernikahan Adat Jawa Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Murtigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Daryanti, U., & Nurjannah, S. (2021). Analisis ‘Urf terhadap Tradisi Janur Kuning Dalam Adat Pernikahan Jawa Di Kabupaten Luwu Timur. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab.

Marverial, A. P., Astuti, H., & Meilina, M. (2019). Makna simbol pada ritual siraman pernikahan adat Jawa Tengah. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi, 1(1), 11-18.

Marverial, A. P., Astuti, H., & Meilina, M. (2020). Makna Simbol Pada Ritual Siraman Pernikahan Adat Jawa Tengah:(Analisis interaksional simbolik pada ritual siraman pernikahan adat Jawa Tengah). Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi, 1(1), 12-19.

Meidinata, MI, & Raharso, AT (2022). Upacara pertemuan mempelai wanita dalam pernikahan tradisional Jawa dan hubungannya dengan prinsip monogami dalam pernikahan Katolik. Dih: Jurnal Hukum , 37-51.

Octaviana, F. (2014). Implementasi makna simbolik prosesi pernikahan adat Jawa Tengah pada pasangan suami istri (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

‎Peradantha, I. B. G. S., & Kompyang, S. W. L. (2025). Cultural Dynamics in The Evolution of Ibhea Obhea Dance in Doyo Lama Village, Papua: From Sacred Ritual to Secular Performance. Mudra Jurnal Seni Budaya, 40(1), 36-53.

Prastawa, M. R. T., Werdiningsih, Y. K., & Zaidah, N. (2024). Makna Filosofis Teks Panyandra pada Upacara Panggih dalam Pernikahan Adat Jawa. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 5(2), 1093-1104.

Sumartini, S., Neina, Q. A., & Prabaningrum, D. (2024). The impact of women’s roles in the preservation of nature: Analysis of ecofeminism on Ronggeng Dukuh Paruk. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 52(1), 1-10.

Syakhrani, AW, & Kamil, ML (2022). Budaya dan kebudayaan: Tinjauan dari berbagai ahli, bentuk-bentuk kebudayaan, 7 unsur universal kebudayaan. Jurnal Bentuk Kebudayaan , 5 (1), 1-10.

Teti, W. (2022). Nilai-Nilai Karakter Dalam Prosesi Temu Manten Pada Upacara Pernikahan Adat Jawa Di Desa Jambusari Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap (Doctoral dissertation, UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri).

UTAMI, F. T. (2013). Set Lan Kolokasi Sajrone Upacara Panggih Penganten Ing Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk. Jurnal Online Baradha, 1(3).

Wulandari, E., & Anwar, M. S. (2024). Nilai-nilai pendidikan islam dalam tradisi panggih manten pada upacara penikahan adat jawa (Studi Kasus Desa Tulung Itik Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah). An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan), 3(2), 18-26.

Wulandari, N. D., Nugraha, N., & Kaswati, A. (2023). Makna Filosofis Uborampe Pasang Tarub dan Siraman pada Upacara Pernikahan Adat Jawa di Kradenan Jawa Tengah. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 7(2), 265-276.

Yarham, M. (2023). Tradisi Adat Jawa dalam Pelaksanaan Pernikahan Perspektif Hukum Islam. Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 6(2), 58-73.

Downloads

Published

2026-09-23

Issue

Section

Artikel

How to Cite

Upacara Panggih: Simbol dan Makna dalam Tradisi Budaya Pernikahan Adat Jawa. (2026). INOMATEC: Jurnal Inovasi Dan Kajian Multidisipliner Kontemporer , 1(11). https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/view/1617

Similar Articles

21-30 of 42

You may also start an advanced similarity search for this article.