Implikasi Sistem Multi Organisasi Advokat terhadap Standar Profesional dan Kualitas Penegakan Kode Etik
Keywords:
Advokat, Multi Organisasi, Kode EtikAbstract
Keberadaan multi organisasi advokat di Indonesia menimbulkan perdebatan mengenai konsistensi standar profesional dan efektivitas penegakan kode etik profesi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi sistem multi organisasi advokat terhadap standardisasi profesionalisme advokat dan kualitas penegakan kode etik. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus melalui studi kepustakaan terhadap peraturan, putusan Mahkamah Konstitusi, kode etik advokat, dan literatur ilmiah. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik analisis isi dan analisis preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem multi organisasi advokat berpotensi menimbulkan perbedaan standar pendidikan profesi, pembinaan anggota, dan mekanisme pengawasan etik. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi standar profesi dan penguatan koordinasi kelembagaan guna meningkatkan profesionalisme advokat dan kepastian penegakan kode etik di Indonesia.
References
Abella, P., Dayu, N., & Marzadi, H. (2024). Analisis pelanggaran kode etik advokat dan perannya dalam meningkatkan profesionalisme profesi advokat. Journal of Development Economics and Digitalization, Tourism Economics, 2(1), 195–209. https://doi.org/10.70248/jdedte.v2i1.1754
Bedner, A. (2016). The autonomy of law in Indonesia. In T. Lindsey (Ed.), Indonesia: Law and Society (3rd ed., pp. 25–48). Federation Press. https://federationpress.com.au/product/indonesia-law-and-society-3rd-edition/
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/research-design/book270550
Ghozali, I., & Fahrazi, M. (2020). Transformasi organisasi advokat Indonesia dari single bar menjadi multi bar. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 1–14. https://doi.org/10.32503/mizan.v9i1.921
Hutchinson, T., & Duncan, N. (2022). Defining and describing what we do: Doctrinal legal research. Deakin Law Review, 17(1), 83–119. https://doi.org/10.21153/dlr2012vol17no1art70
Lina, A. A., Rahma, D., & Kurniawati, A. (2024). Literatur review: Implementasi kode etik profesi advokat di Indonesia. Journal of Development Economics and Digitalization, Tourism Economics, 2(1), 210–223. https://doi.org/10.70248/jdedte.v2i1.1760
Malik, P., Sampara, S., & Qamar, N. (2020). Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 35/PUU-XVI/2018 tentang organisasi advokat. Jurnal Lex Generalis, 1(7), 1120–1135. https://doi.org/10.52103/jlg.v1i7.280
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data-analysis/book246128
Rauzi, F., & Suriadiata, I. (2024). Penyuluhan etika profesi hukum bagi calon advokat Ikatan Advokat Indonesia. Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi, 2(4), 869–876. https://doi.org/10.57248/jilpi.v2i4.429
Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/the-coding-manual-for-qualitative-researchers/book273583
Yasin, A. M. (2023). Penegakan kode etik dalam lingkungan profesi advokat pada Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Advokat Indonesia (DPC AAI). Pemuliaan Hukum, 7(1), 45–58. https://doi.org/10.30999/ph.v7i1.3804
Yin, R. K. (2024). Case study research and applications: Design and methods (7th ed.). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/case-study-research-and-applications/book280071
Peraturan Perundang-Undangan dan Putusan Pengadilan
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 49.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2009). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 101/PUU-VII/2009 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2014). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 112/PUU-XII/2014 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2018). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-XVI/2018 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Perhimpunan Advokat Indonesia. (2020). Kode Etik Advokat Indonesia. PERADI.






