Implikasi Sistem Multi Organisasi Advokat terhadap Standar Profesional dan Kualitas Penegakan Kode Etik

Authors

  • Sadam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Author
  • Muhammad Rizky Maulana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Author
  • Musleh Harry Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Author

Keywords:

Advokat, Multi Organisasi, Kode Etik

Abstract

Keberadaan multi organisasi advokat di Indonesia menimbulkan perdebatan mengenai konsistensi standar profesional dan efektivitas penegakan kode etik profesi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi sistem multi organisasi advokat terhadap standardisasi profesionalisme advokat dan kualitas penegakan kode etik. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus melalui studi kepustakaan terhadap peraturan, putusan Mahkamah Konstitusi, kode etik advokat, dan literatur ilmiah. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik analisis isi dan analisis preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem multi organisasi advokat berpotensi menimbulkan perbedaan standar pendidikan profesi, pembinaan anggota, dan mekanisme pengawasan etik. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi standar profesi dan penguatan koordinasi kelembagaan guna meningkatkan profesionalisme advokat dan kepastian penegakan kode etik di Indonesia.

References

Abella, P., Dayu, N., & Marzadi, H. (2024). Analisis pelanggaran kode etik advokat dan perannya dalam meningkatkan profesionalisme profesi advokat. Journal of Development Economics and Digitalization, Tourism Economics, 2(1), 195–209. https://doi.org/10.70248/jdedte.v2i1.1754

Bedner, A. (2016). The autonomy of law in Indonesia. In T. Lindsey (Ed.), Indonesia: Law and Society (3rd ed., pp. 25–48). Federation Press. https://federationpress.com.au/product/indonesia-law-and-society-3rd-edition/

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/research-design/book270550

Ghozali, I., & Fahrazi, M. (2020). Transformasi organisasi advokat Indonesia dari single bar menjadi multi bar. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 1–14. https://doi.org/10.32503/mizan.v9i1.921

Hutchinson, T., & Duncan, N. (2022). Defining and describing what we do: Doctrinal legal research. Deakin Law Review, 17(1), 83–119. https://doi.org/10.21153/dlr2012vol17no1art70

Lina, A. A., Rahma, D., & Kurniawati, A. (2024). Literatur review: Implementasi kode etik profesi advokat di Indonesia. Journal of Development Economics and Digitalization, Tourism Economics, 2(1), 210–223. https://doi.org/10.70248/jdedte.v2i1.1760

Malik, P., Sampara, S., & Qamar, N. (2020). Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 35/PUU-XVI/2018 tentang organisasi advokat. Jurnal Lex Generalis, 1(7), 1120–1135. https://doi.org/10.52103/jlg.v1i7.280

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data-analysis/book246128

Rauzi, F., & Suriadiata, I. (2024). Penyuluhan etika profesi hukum bagi calon advokat Ikatan Advokat Indonesia. Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi, 2(4), 869–876. https://doi.org/10.57248/jilpi.v2i4.429

Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/the-coding-manual-for-qualitative-researchers/book273583

Yasin, A. M. (2023). Penegakan kode etik dalam lingkungan profesi advokat pada Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Advokat Indonesia (DPC AAI). Pemuliaan Hukum, 7(1), 45–58. https://doi.org/10.30999/ph.v7i1.3804

Yin, R. K. (2024). Case study research and applications: Design and methods (7th ed.). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/case-study-research-and-applications/book280071

Peraturan Perundang-Undangan dan Putusan Pengadilan

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 49.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2009). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 101/PUU-VII/2009 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2014). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 112/PUU-XII/2014 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2018). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-XVI/2018 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Perhimpunan Advokat Indonesia. (2020). Kode Etik Advokat Indonesia. PERADI.

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

Implikasi Sistem Multi Organisasi Advokat terhadap Standar Profesional dan Kualitas Penegakan Kode Etik. (2026). INOMATEC: Jurnal Inovasi Dan Kajian Multidisipliner Kontemporer , 1(09). https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/view/1476

Similar Articles

21-30 of 67

You may also start an advanced similarity search for this article.