Dulahu Juma’ati sebagai Media Pewarisan Nilai Keagamaan dalam Masyarakat Gorontalo: Kajian Antropolinguistik

Authors

  • Ayu Ismail Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Pauziah T. Djamani Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Yunus Dama Universitas Negeri Gorontalo Author

Keywords:

Antropolinguistik, Dulahu Juma’ati, Nilai Keagamaan, Tradisi Lisan, Masyarakat Gorontalo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pewarisan nilai keagamaan dalam tradisi lisan Dulahu Juma’ati serta menjelaskan fungsi bahasa dalam tradisi tersebut melalui kajian antropolinguistik. Dulahu Juma’ati merupakan tradisi lisan masyarakat Gorontalo yang memuat ajaran agama, nasihat moral, dan nilai sosial yang diwariskan melalui tuturan berbahasa Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari sumber tertulis berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, serta dokumentasi teks Dulahu Juma’ati yang telah diteliti dan dipublikasikan sebelumnya. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan yang mengandung nilai keagamaan serta menafsirkan makna budaya menggunakan perspektif antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dulahu Juma’ati mengandung nilai keimanan, ibadah, sedekah, solidaritas sosial, dan tawakal kepada Allah Swt. Penggunaan bahasa Gorontalo dalam teks tuturan memperlihatkan keterkaitan erat antara bahasa, budaya, dan kehidupan religius masyarakat. Selain sebagai bentuk ekspresi budaya, Dulahu Juma’ati juga berfungsi sebagai media pendidikan moral, dakwah, serta pelestarian nilai-nilai lokal. Dengan demikian, tradisi ini tetap relevan sebagai sarana pewarisan nilai keagamaan dan identitas budaya masyarakat Gorontalo di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

References

Agustini, A., Grashinta, A., Putra, S., Sukarman, S., Guampe, F. A., Akbar, J. S., & Rulanggi, R. (2024). Metode penelitian kualitatif: Teori dan panduan praktis analisis data kualitatif. Penerbit Mifandi Mandiri Digital.

Duranti, A. (1997). Linguistic anthropology. Cambridge University Press.

Fatonah, I., Kurniawan, A. T., Setiyana, L., & Karsiwan, K. (2020). Tradisi lisan sebagai media pewarisan budaya masyarakat. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(2), 115–126.

Hidayat, T. (2018). Bahasa dan budaya dalam perspektif antropolinguistik. Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam, 8(1), 45–58.

Ismail, T., Umar, M., & Mubaraq, Z. (2023). Pendekatan antropologi dalam studi Islam. Qolamuna: Jurnal Studi Islam, 8(2), 16–31.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Kridalaksana, H. (2011). Kamus linguistik (4th ed.). Gramedia Pustaka Utama.

Rusli, M. (2019). Implementasi nilai Siri’ Napacce dan agama di tanah rantau: Potret suku Bugis-Makassar di Kota Gorontalo. Al Asas, 3(2), 73–86.

Sibarani, R. (2015). Pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(1), 1–17.

Wakit, A. (2020). Tradisi lisan sebagai media pewarisan nilai budaya masyarakat lokal. Jurnal Bahasa dan Budaya, 5(2), 120–131.

Wolff, J. U., & Tinggogoy, F. (2018). Bahasa Gorontalo: Struktur dan fungsi sosial budaya. Balai Bahasa Sulawesi Utara.

Published

2026-05-19

Similar Articles

11-20 of 421

You may also start an advanced similarity search for this article.