Resiliensi Budaya Tari Tigel di Bangka Selatan

Authors

  • Rustina Universitas Bangka Belitung Author
  • Aimie Sulaiman Universitas Bangka Belitung Author
  • Iskandar Zulkarnain Universitas Bangka Belitung Author

DOI:

https://doi.org/10.70294/

Keywords:

Tari Tigel, Penggiat Budaya, Resiliensi Budaya

Abstract

Tari Tigel merupakan kesenian tradisional yang dilestarikan secara turun-temurun di Bangka Selatan, dan telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda. Bentuk Tari Tigel yang masih sangat tradisional dan sederhana mengalami kerentanan dalam keberlanjutan regenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi budaya tari tigel di Bangka Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Resiliensi Sosial oleh Keck dan Sakdapolrak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggiat budaya, masyarakat, dan lembaga setempat memiliki resiliensi sosial yang kuat, ditunjukkan melalui tiga kemampuan utama yaitu kemampuan untuk mengatasi gangguan, seperti melalui pemanfaatan acara masyarakat, peningkatan partisipasi, dan dukungan pemerintah; kemampuan beradaptasi, terlihat dari modifikasi pola lantai, kolaborasi dengan sekolah dan sanggar, serta penyesuaian strategi pelestarian; dan kemampuan berubah atau bertransformasi berupa transformasi kostum, dan fungsi pertunjukan agar tetap relevan dan diterima oleh masyarakat kontemporer. Temuan ini menegaskan bahwa keberlangsungan tari tigel bukan hanya bergantung pada individu penggiat budaya, tetapi juga pada keterlibatan kolektif komunitas dan institusi lokal dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya.

Published

2026-03-06

Similar Articles

1-10 of 73

You may also start an advanced similarity search for this article.