Dimensi Budaya dalam Akuntansi: Kajian Etika, Transparansi, dan Kepercayaan di Pasar Cika-Cika
Keywords:
Budaya Lokal, Etika Akuntansi, Transparansi, Kepercayaan, Pasar TradisionalAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dimensi budaya terhadap etika, transparansi, dan kepercayaan dalam praktik akuntansi pada Pasar Cika-Cika, sebuah pasar tradisional yang memiliki karakteristik unik dalam pengelolaan keuangan dan transaksi. Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi praktik pencatatan transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya lokal seperti kekeluargaan, gotong royong, dan norma tidak tertulis memainkan peran penting dalam membentuk perilaku ekonomi dan praktik akuntansi pedagang. Etika transaksi didasarkan pada kejujuran dan relasi sosial, sementara transparansi muncul melalui interaksi langsung dan terbuka. Kepercayaan menjadi modal sosial utama yang menggantikan sistem pengendalian formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami budaya lokal untuk mengembangkan praktik akuntansi yang kontekstual dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini adalah perlunya penyesuaian kebijakan akuntansi yang mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan praktik akuntansi di pasar tradisional. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori akuntansi yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan pasar tradisional. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi praktisi akuntansi dan pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan faktor budaya dalam mengembangkan praktik akuntansi yang lebih efektif dan berkelanjutan.