Personalisasi Politik dalam Pemerintahan Daerah: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Populis terhadap Kualitas Pelayanan Publik
Keywords:
Personalisasi Politik, Kepemimpinan Populis, Pelayanan Publik, Pemerintahan Daerah, Birokrasi.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh personalisasi politik dan gaya kepemimpinan populis terhadap kualitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan daerah di Indonesia. Di tengah arus desentralisasi, kepala daerah cenderung menonjolkan identitas personal dan diskresi politik untuk membangun legitimasi, yang sering kali bersinggungan dengan prinsip-prinsip administrasi publik yang teknokratis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui sintesis literatur dari berbagai jurnal ilmiah bereputasi, laporan kebijakan, dan dokumen otoritatif terkait tata kelola pemerintahan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan populis memiliki dampak ganda (double-edged sword). Di satu sisi, gaya ini meningkatkan responsivitas birokrasi dalam menangani keluhan masyarakat secara instan melalui intervensi langsung. Namun, di sisi lain, personalisasi politik yang berlebihan memicu politisasi birokrasi yang melemahkan merit system dan keberlanjutan institusional. Kualitas pelayanan menjadi sangat bergantung pada figur individu (person-dependent) daripada sistem yang mapan (system-dependent). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanpa penguatan kelembagaan yang impersonal, personalisasi politik berisiko mendistorsi akuntabilitas publik dan menciptakan kerentanan layanan pada masa transisi kepemimpinan. Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya digitalisasi birokrasi dan penguatan pengawasan independen untuk menjaga profesionalisme aparatur dari intervensi politik personal.