Pengalaman Praktisi Digital Forensik dalam Penerapan Chain of Custody Bukti Digital di Indonesia

Authors

  • Rachmad Firnanda Hidayatullah Universitas Trunojoyo Madura Author
  • Muhammad Yusuf Universitas Trunojoyo Madura Author
  • Hermawan Universitas Trunojoyo Madura Author

Keywords:

Digital Forensik, Chain of Custody, Bukti Digital, Integritas Bukti, Audit Trail, Koordinasi Lintas Institusi, Etika Profesional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman praktisi digital forensik dalam penerapan chain of custody guna menjaga integritas dan ketertelusuran bukti digital dalam investigasi kejahatan siber di Indonesia. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali makna, proses, dan dinamika kerja praktisi pada konteks nyata penanganan bukti digital. Studi ini dilakukan pada unit atau instansi penanganan kejahatan siber di Indonesia dalam periode penelitian yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Partisipan berjumlah enam orang (n=6) yang terdiri atas analis forensik digital, penyidik siber, dan praktisi pengelola bukti digital, direkrut menggunakan strategi purposive sampling yang diperluas dengan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik dengan tahapan transkripsi, koding, pengelompokan kategori, dan penarikan tema yang didukung audit trail, serta diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode serta member checking untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu ketertelusuran dokumentasi dan audit trail dalam chain of custody, koordinasi lintas institusi dan fragmentasi SOP pada proses serah terima bukti digital, serta peran etika profesional, kontrol akses, dan adaptasi teknologi dalam menjaga integritas bukti digital. Temuan ini menunjukkan bahwa chain of custody dipraktikkan dan dimaknai sebagai kerja prosedural sekaligus praktik sosial-profesional yang dipengaruhi tuntutan integritas bukti, norma etika, budaya organisasi, dan dinamika koordinasi antarlembaga. Penelitian ini menegaskan implikasi praktis dan kebijakan berupa kebutuhan standardisasi dan interoperabilitas dokumentasi, penguatan audit trail dan kontrol akses, pengembangan kapasitas praktisi, serta mekanisme koordinasi lintas institusi yang lebih jelas untuk menjaga integritas pembuktian, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan pada konteks dan aktor yang lebih beragam.

Published

2026-01-24

Similar Articles

31-40 of 156

You may also start an advanced similarity search for this article.