Analisis Persepsi Khalayak pada Media Sosial Twitter dalam film “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso“
Keywords:
Persepsi Khalayak, Twitter, Film Dokumenter, Ice Cold, Jessica WongsoAbstract
Film dokumenter Netflix “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso” (dirilis September 2023) memicu perdebatan sengit di Twitter (sekarang X) terkait kasus kopi sianida Jessica Wongso dan kematian Wayan Mirna Salihin pada 2016. Film ini mengungkap sisi tersembunyi kasus yang didominasi narasi media konvensional, menimbulkan pro-kontra di khalayak digital. Penelitian ini menganalisis persepsi khalayak Twitter, fokus pada interaksi di akun @moviemenfes sebagai pusat diskusi film. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpul melalui observasi komentar, tweet, dan wawancara mendalam dengan 6 informan (followers @moviemenfes). Analisis isi kualitatif menafsirkan persepsi positif (misalnya, pujian atas pengungkapan kejanggalan) dan negatif (misalnya, tuduhan bias). Hasil menunjukkan mayoritas khalayak (70% sampel) menilai film subjektif dan pro-Jessica, memicu perubahan opini dari pro-Mirna ke pro-Jessica, meskipun sebagian kritik narasi menggiring publik tanpa bukti kuat. Kesimpulan: Persepsi di Twitter mencerminkan dinamika agenda setting digital, dengan @moviemenfes memperkuat polarisasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman peran media sosial dalam membentuk pandangan terhadap dokumenter kriminal.