Sinergi Kewarganegaraan dan Kefarmasian dalam Menangani Masalah Narkotika di Indonesia
Keywords:
Kewarganegaraan, Kefarmasian, Narkotika, Pencegahan Penyalahgunaan NarkobaAbstract
Penyalahgunaan narkotika di Indonesia merupakan permasalahan multidimensional yang tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga mengancam ketahanan sosial dan nasional. Tingginya prevalensi penyalahgunaan narkotika menunjukkan perlunya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan sinergi kewarganegaraan serta kefarmasian dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah narkotika di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur, melalui penelusuran artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk kesadaran hukum, tanggung jawab sosial, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, profesi kefarmasian memiliki kontribusi strategis melalui pengawasan penggunaan narkotika medis, penerapan prinsip penggunaan obat secara rasional, serta edukasi kepada masyarakat mengenai risiko penyalahgunaan narkotika. Sinergi antara kewarganegaraan dan kefarmasian memungkinkan terbentuknya sistem pencegahan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif dan preventif. Dengan demikian, integrasi kedua peran tersebut menjadi kunci dalam memperkuat upaya nasional untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika secara berkelanjutan dan mewujudkan masyarakat yang sehat, sadar hukum, dan bertanggung jawab.