Pengaruh Pembidaian terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Fraktur
Keywords:
Pembidaian, Skala Nyeri, FrakturAbstract
Fraktur dapat menyebabkan kerusakan syaraf dan pembuluh darah sehingga menimbukan rasa nyeri. Nyeri yang dirasakan oleh pasien secara terus menerus bukan karena disebabkan fraktur saja tetapi juga disebabkan oleh pergerakan pada fragmen tulang. Nyeri dapat berpengaruh pada sistem kardiovaskuler, endokrin, pulmonari danimmunologi. Nyeri hebat yang dirasakan oleh pasien dapat memicu timbulnya stress yangberpengaruh pada kondisi pasien. Intervensi pertolongan pertama pada pasien fraktursebagai upaya untuk memberikan immobilisasi pada bagian tubuh yang mengalamitrauma dan nyeri adalah tindakan pembidaian. Pembidaian yang dilakukan secara benar dapat mengurangi intensitas nyeri pada pasien fraktur. Pembidaian dapat menurunkannyeri karena dapat mengurangi spasme otot, bengkak, perdarahan, imobilisasi, mencegah pergeseran dan cidera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembidaian terhadap penurunan skala nyeri pada pasien fraktur. Metode: Penelitian menggunakan literature review dengan menelusuri hasil publikasi antara tahun 2017-2020, dengan database dalam pencarian artikel yaitu dengan database dalam pencarian artikel yaitu Cohrane, Pubmed. Proquest, Science Direct. Hasil analisa univariat diketahui rerata skala nyeri sebelum dilakukan pembidaian adalah 5,75, dan rerata skala nyeri sesudah dilakukan pembidaian adalah 4,06. Hasil bivariat ada pengaruh pembidaian terhadap penurunan skala nyeri pada pasien fraktur tertutup dengan nilai (p =0,000). Berdasarkan uji analysis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai hasil p-value 0,000, dari hasil analisa data diemukan pula sebelum pemasangan bidai sebagian besar responden(50%) mengalami nyeri berat sedangkan setelah dilakukan pemasangan bidai nyeri berkurang dansekitar 97,1 % mengalami nyeri sedang. Sehingga ada pengaruh pemasangan bidai dengan tingkat nyeri pada pasien. Penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan penatalaksanaan peningkatan rasa nyaman pasien fraktur. Selain itu, temuan dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan saran bagi penyedia layanan kesehatan setempat supaya dapat melaksanakan pemasangan pembidaian dengan tepat karena selain untuk mempercepat penyembuhan juga dapat menurunkan nyeri pasien fraktur. Kesimpulan penelitian ini, terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan pertolongan pertama dengan teknik balut bidai pada penanganan fraktur. Seseorang dengan tingkat pengetahuan pertolongan pertama yang baik akan cenderung mampu melakukan teknik balut bidai dengan baik pula. Namun hal tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal dan eksternal. Adapun faktor internal meliputi: usia, rasa percaya diri dan sikap, sedangkan faktor eksternal antara lain tingkat pendidikan, pekerjaan dan pengalaman.