Akuntabilitas Spiritual dan Material dalam Ketahanan Pangan Masyarakat Adat Cireundeu
DOI:
https://doi.org/10.70294/9dw7dq46Keywords:
Akuntabilitas Spiritual, Akuntabilitas Material, Etno-Akuntansi, Ketahanan Pangan, Kampung Adat CireundeuAbstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana praktik akuntabilitas spiritual dan material berperan dalam menopang ketahanan pangan masyarakat Kampung Adat Cireundeu melalui perspektif etno-akuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas sesepuh adat, petani singkong, pengelola lumbung pangan, pengolah pangan, dan anggota komunitas, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka dalam sistem pangan adat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi terstruktur, dan studi dokumen terkait aturan adat serta pengelolaan pangan. Analisis data dilakukan melalui pengkodean tematik dan interpretasi kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pangan masyarakat Cireundeu ditopang oleh integrasi akuntabilitas spiritual dan material. Akuntabilitas spiritual berfungsi sebagai landasan moral yang mengarahkan perilaku dan komitmen kolektif terhadap amanah leluhur, sementara akuntabilitas material diwujudkan melalui pengelolaan produksi, penyimpanan, dan distribusi pangan berbasis singkong secara kolektif dan berkelanjutan. Integrasi kedua dimensi tersebut membentuk sistem akuntabilitas nonformal yang efektif dalam menjaga keberlanjutan pangan komunitas di luar kerangka akuntansi formal modern.