Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas pada Kesenian Budaya Kampung Jelekong
DOI:
https://doi.org/10.70294/r7qx6p92Keywords:
Akuntansi, Ekonomi Kreatif, Komunitas Seni, Kampung Jelekong, Transformasi BudayaAbstract
Kampung Jelekong di Baleendah, Kabupaten Bandung, dikenal sebagai pusat seni tradisional, termasuk lukisan dan wayang golek. Aktivitas seni ini berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat. Namun, pengelolaan keuangan komunitas seni masih menghadapi berbagai kendala, seperti pencatatan biaya produksi yang belum sistematis, penentuan harga jual berdasarkan perkiraan, dan pengelolaan dana yang tidak terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik pengelolaan keuangan dan tantangan yang dihadapi para seniman Kampung Jelekong. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pelaku seni dan pengurus komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan masih bersifat individu, pencatatan belum akuntabel, dan keuntungan maupun kerugian sulit diukur secara objektif. Temuan ini menegaskan perlunya implementasi praktik akuntansi untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan keberlanjutan ekonomi kreatif di komunitas seni Kampung Jelekong.