Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas pada Kesenian Budaya Kampung Jelekong

Authors

  • Kevin Jonathan Saiman Universitas Pasundan Author
  • Daffa Putra Pratama Universitas Pasundan Author
  • Febi Aprilita Universitas Pasundan Author
  • Chessia Nurul Wahyudi Universitas Pasundan Author
  • Ananda Dhafin Universitas Pasundan Author
  • Naufal Risqullah Universitas Pasundan Author
  • Ridwan Universitas Pasundan Author

DOI:

https://doi.org/10.70294/r7qx6p92

Keywords:

Akuntansi, Ekonomi Kreatif, Komunitas Seni, Kampung Jelekong, Transformasi Budaya

Abstract

Kampung Jelekong di Baleendah, Kabupaten Bandung, dikenal sebagai pusat seni tradisional, termasuk lukisan dan wayang golek. Aktivitas seni ini berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat. Namun, pengelolaan keuangan komunitas seni masih menghadapi berbagai kendala, seperti pencatatan biaya produksi yang belum sistematis, penentuan harga jual berdasarkan perkiraan, dan pengelolaan dana yang tidak terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik pengelolaan keuangan dan tantangan yang dihadapi para seniman Kampung Jelekong. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pelaku seni dan pengurus komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan masih bersifat individu, pencatatan belum akuntabel, dan keuntungan maupun kerugian sulit diukur secara objektif. Temuan ini menegaskan perlunya implementasi praktik akuntansi untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan keberlanjutan ekonomi kreatif di komunitas seni Kampung Jelekong.

Downloads

Published

2026-01-08

Similar Articles

1-10 of 111

You may also start an advanced similarity search for this article.