Transformasi Digital Warisan Budaya: Implementasi Kecerdasan Buatan (AI) untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan di Museum Wayang Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.70294/kcq19d76Keywords:
Kecerdasan Buatan (AI), Museum Wayang, Pariwisata Cerdas, Transformasi Digital, Pengalaman WisatawanAbstract
Museum Wayang Jakarta menghadapi tantangan dalam mempertahankan relevansi bagi generasi muda di tengah stagnasi angka kunjungan dan metode penyajian yang konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi Kecerdasan Buatan (AI) guna meningkatkan daya tarik dan pengalaman wisatawan di museum tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan edukator museum serta pengunjung dari kalangan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi AI, khususnya melalui fitur Ruang Imersif dan narasi visual animasi, berhasil mengubah stigma wayang dari tontonan kuno menjadi pengalaman interaktif yang menarik. Teknologi ini terbukti efektif membantu pengunjung memahami alur cerita kompleks seperti Pandawa dan memberikan kenyamanan psikologis bagi pengunjung dengan kepribadian introvert melalui interaksi non-manusia. Meskipun terdapat kendala teknis pada kualitas visual, digitalisasi ini tidak menggerus nilai budaya melainkan berfungsi sebagai metode penyampaian baru. Disimpulkan bahwa transformasi digital merupakan strategi bertahan hidup (survival strategy) yang efektif untuk menjembatani warisan budaya dengan preferensi digital masa kini, menjadikan museum sebagai pusat edukasi yang dinamis dan berkelanjutan.