Rekonstruksi Status Sosial Guru Matematika Menuju Profesi Elit Berbasis Standar Kesejahteraan dan Otoritas Intelektual
DOI:
https://doi.org/10.70294/h2g6y862Keywords:
Status Sosial Guru, Otoritas Intelektual, Sertifikasi Guru, Teacher Agency, Pendidikan Matematika, Transformasi DigitalAbstract
Pendidikan matematika di Indonesia kini berada pada persimpangan krusial antara tuntutan kompetensi global dan realitas profesi guru yang kerap tereduksi menjadi peran teknis administratif. Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka rekonstruksi status sosial guru matematika agar bertransformasi menjadi profesi elit yang dihormati secara intelektual dan mapan secara finansial. Melalui metode tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dan sintesis kualitatif terhadap studi periode 2020-2025, penelitian ini menelaah efektivitas kebijakan sertifikasi dan urgensi penguatan agensi guru. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun kebijakan sertifikasi berhasil meletakkan dasar kesejahteraan ekonomi, hal tersebut belum cukup membangun otoritas keilmuan akibat fenomena komodifikasi sertifikasi dan kecemasan terhadap asesmen berisiko tinggi. Simpulan studi ini merekomendasikan pergeseran paradigma dari guru sebagai teknisi kurikulum menjadi intelektual transformatif yang memiliki agensi kuat, resiliensi terhadap perubahan kurikulum, dan adaptabilitas digital, sebagai jalan mutlak menuju pemuliaan profesi.