Tumbilotohe Umulolo Wawu Masatia sebagai Potret Tradisi dan Perubahan Sosial Masyarakat Gorontalo: Kajian Sosiologi Sastra

Authors

  • Fatmawati Mobiliu Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Miranda Zain Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Yunus Dama Universitas Negeri Gorontalo Author

Keywords:

Sosiologi Sastra, Tumbilotohe, Gorontalo, Tradisi, Perubahan Sosial, Puisi

Abstract

Penelitian ini mengkaji puisi “Tumbilotohe Umulolo Wawu Masatia” karya Yunus Dama sebagai representasi tradisi dan perubahan sosial masyarakat Gorontalo dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Puisi tersebut menggambarkan tradisi Tumbilotohe, yaitu kebiasaan masyarakat Gorontalo menyalakan lampu pada malam-malam akhir bulan Ramadan sebagai bentuk penyambutan Lailatulqadar dan Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol budaya, identitas sosial, serta bentuk ekspresi religius masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian berupa larik-larik puisi yang memuat unsur tradisi, nilai keagamaan, perubahan sosial, dan dinamika budaya masyarakat Gorontalo. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan isi puisi berdasarkan perspektif sosiologi sastra yang menekankan hubungan antara karya sastra dan realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini merepresentasikan Tumbilotohe sebagai tradisi yang memiliki nilai religius, seperti simbol penerangan hati, penyucian diri, serta peningkatan aktivitas ibadah di bulan Ramadan. Selain itu, puisi ini juga menggambarkan perubahan sosial dalam masyarakat Gorontalo, yaitu pergeseran penggunaan lampu tradisional menuju lampu modern serta perubahan fungsi tradisi dari kegiatan religius menjadi lebih bersifat hiburan dan visual. Meskipun demikian, nilai kebersamaan dan identitas budaya tetap dipertahankan dalam tradisi tersebut. Dengan demikian, puisi “Tumbilotohe Umulolo Wawu Masatia” tidak hanya berperan sebagai karya sastra yang estetis, tetapi juga sebagai media dokumentasi sosial yang merefleksikan tradisi, nilai keagamaan, serta perubahan sosial dalam masyarakat Gorontalo.

References

Faruk. (2017). Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

II, B., & NOVEL, K. T. U. D. A. Hakikat Sastra.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pradopo, R. D. (2017). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Puisi” Tumbilotohe Umulolo Wawu Masatia”karya Yunus Dama

Ratna, N. K. (2017). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Simbolon, M. H., Missriani, M., & Fitriani, Y. (2024). Kajian sosiologi sastra dalam novel Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia), 14(1), 14-22.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wahyudi, T. (2013). Sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori. Jurnal Poetika, 1(1).

Wibawa, N. H. H. P. (2018). Aksiologi “Tumbilotohe” Masyarakat Gorontalo Relevansinya dengan Kesucian Jiwa. Farabi, 15(2), 158-180.

Published

2026-05-22

Similar Articles

21-30 of 256

You may also start an advanced similarity search for this article.