Proses Pembelajaran Kenakalan Remaja Melalui Teman Sebaya: Studi Kasus Studi Kasus di Kecamatan Toboali
Keywords:
Kenakalan Remaja, Teman Sebaya, Proses PembelajaranAbstract
Penelitian ini membahas tentang proses pembelajaran kenakalan remaja melalui teman sebaya yang ada di Kecamatan Toboali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Proses pembelajaran kenakalan remaja terjadi melalui interaksi dengan kelompok teman sebaya. Penelitian ini menggunakan Teori Differential Association yang dikemukakan oleh Edwin Sutherland. Desain penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu remaja yang pernah atau sedang terlibat dalam perilaku kenakalan dan aktif berinteraksi dengan kelompok teman sebaya. Analisis data dilakukan melalui tahapan organize, read, code, describe, represent, interpretasi, dan validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja bukan merupakan perilaku yang diwariskan, melainkan dipelajari melalui proses interaksi sosial yang intens dan frekunsi pertemaun yang tinggi dengan teman sebaya. Proses pembelajaran tersebut dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu: paparan sosial, interaksi dan imitasi, internalisasi nilai dan norma kelompok, rasionalisasi dan pembenaran serta reproduksi perilaku. Remaja tidak hanya mempelajari teknik melakukan tindakan menyimpang, tetapi juga mempelajari motif, dorongan, serta rasionalisasi yang membenarkan perilaku tersebut. Solidaritas kelompok menjadi faktor penting yang memperkuat internalisasi nilai-nilai menyimpang, sehingga norma kelompok seringkali lebih dominan dibandingkan norma hukum dan sosial yang berlaku di masyarakat.