Evaluasi Aktivitas Antimikroba Allicin, Ketoconazole, dan Asam Ellagic Terhadap Trichophyton rubrum Secara In Vitro

Authors

  • Ika Ningsih Universitas Indonesia Author
  • Conny Riana Tjampakasari Universitas Indonesia Author
  • Thalia Anggrea Noor Universitas Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.70294/

Keywords:

Trichophyton Rubrum, Ketoconazole, Asam Ellagic, Allicin

Abstract

Trichophyton rubrum termasuk dalam dermatofita antroposofik atau dermatofita yang lebih suka menginfeksi manusia. Jamur ini dapat menular melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan lesi kulit atau kulit kepala orang, hewan, atau fomite yang terinfeksi (misalnya lantai, bilik pancuran, pakaian, sisir, dll). Trichophyton rubrum dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh berkeratin dan menyebabkan infeksi seperti tinea pedis, tinea unguium, tinea cruris, tinea faciei, tinea corporis, tinea manuum, tinea barbae. Berbagai macam pengobatan telah dikembangkan untuk mengobati Trichophyton rubrum dan mengurangi risiko resistensi akibat penggunaan antijamur yang berlebihan. Salah satu antijamur yang sering digunakan untuk mengobati Trichophyton rubrum adalah ketoconazole. Obat ini efektif terhadap mikosis superfisial dan sistemik yang diberikan secara oral atau topikal dengan mekanisme kerja menghambat biosintesis ergosterol yang merupakan sterol utama dalam membran jamur. Namun, penggunaan ketoconazole secara berlebihan dapat menyebabkan risiko resistensi antijamur; oleh karena itu, dilakukan pengembangan obat menggunakan allicin dari ekstrak bawang putih dan asam ellagic dari Euphorbia humifusa wild (Euphorbiaceae). Berdasarkan hasil in vitro, diperoleh hasil MIC allicin pada 0,78-12,5 μg/ml dan ketoconazole pada 0,25-8,0 μg/ml. Ini menunjukkan bahwa respons terhadap allicin dan ketoconazole cukup sama. Selain itu, terjadi penurunan viabilitas setelah 12-24 jam inkubasi dengan adanya 12,5 μg/ml allicin dan 4 μg/ml ketoconazole. Pengembangan asam ellagic menunjukkan bahwa jalur biosintesis ergosterol mampu dihambat oleh asam ellagic dan terjadi perubahan morfologi dari T. rubrum, yaitu perubahan nyata, deformasi miselium kering, banyak kerusakan, dan fraktur yang ditemukan pada morfologi miselium. Dari hasil pengembangan tersebut, diketahui bahwa allicin dan asam ellagic mampu menurunkan efek infeksi T. rubrum.

Published

2026-04-17