Studi KKN Desa Sungai Buluh: Implementasi Lomba Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Sebagai Media Penguatan Nilai Keislaman Anak
Keywords:
Penguatan Nilai Keislaman, Pendidikan Karakter Religius, Experiential LearningAbstract
Penguatan nilai keislaman pada anak merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter religius di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang memengaruhi pola perilaku generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Lomba Festival Anak Sholeh Indonesia FASI sebagai media penguatan nilai keislaman anak di Desa Sungai Buluh dalam program Kuliah Kerja Nyata KKN yang dilaksanakan pada 25 Januari 2026. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan perangkat desa, tokoh agama, guru TPA, orang tua, dan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, sementara data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan diskusi reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi FASI efektif dalam mengintegrasikan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik anak melalui berbagai cabang lomba seperti tilawah, tartil, adzan, fashion show busana muslim, mewarnai islami, dan fahmil Quran. Pada aspek kognitif terjadi peningkatan literasi keislaman dan pemahaman nilai agama, pada aspek afektif terbentuk sikap religius, disiplin, tanggung jawab, serta penguatan identitas keislaman, sedangkan pada aspek psikomotorik berkembang keterampilan praktik ibadah dan kepercayaan diri anak. Ditinjau dari teori pendidikan karakter dan experiential learning Kolb, kegiatan ini membentuk pembelajaran yang bersifat transformatif melalui pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Selain berdampak pada perkembangan anak, kegiatan ini juga memperkuat kohesi sosial dan modal sosial masyarakat desa, sehingga FASI dapat dipandang sebagai model pembinaan religius yang holistik, partisipatif, dan berkelanjutan dalam membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia.