Empati yang Tereduksi: Krisis Kemanusiaan dalam Budaya Scroll Tanpa Henti

Authors

  • Rangga Aditya Universitas Negeri Semarang Author
  • Nabila Putri Anastasya Universitas Negeri Semarang Author
  • Arif Widagdo Universitas Negeri Semarang Author

Keywords:

Krisis Kemanusiaan, Aktivitas Scrolling, Penurunan Empati

Abstract

Budaya scroll tanpa henti, yang ditandai dengan konsumsi konten digital secara berlebihan melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter, telah memunculkan persoalan serius berupa penurunan empati manusia. Artikel ini bertujuan mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan menganalisis lebih dari 25 sumber akademik lintas disiplin, meliputi psikologi sosial, komunikasi, dan studi media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas scrolling yang berlebihan berkontribusi terhadap penurunan empati melalui tiga mekanisme utama, yaitu desensitisasi emosional akibat paparan berulang terhadap konten kekerasan dan tragedi, meningkatnya isolasi sosial karena berkurangnya interaksi manusia secara langsung, serta dominasi konten visual singkat yang mendorong respons instan dan dangkal. Dampak fenomena ini tidak hanya dirasakan pada level individu, tetapi juga memperparah persoalan sosial global seperti polarisasi politik, menurunnya kepedulian terhadap korban bencana, dan melemahnya solidaritas kemanusiaan. Artikel ini menegaskan pentingnya refleksi kritis terhadap relasi antara teknologi digital dan nilai-nilai kemanusiaan, khususnya dalam konteks pendidikan dan kebijakan platform digital, mengingat meskipun media sosial memiliki potensi positif, dalam budaya scroll yang tidak terkendali dampak negatif terhadap empati cenderung lebih dominan.

Published

2026-02-10

Similar Articles

21-30 of 64

You may also start an advanced similarity search for this article.