Keberlanjutan Pendidikan Anak Pada Perguruan Tinggi di Desa Palangiseng (Analisis Persepsi Orang Tua dan Kendalanya)

Authors

  • Sasmir Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Gazali Soppeng Author
  • Ahiruddin Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Gazali Soppeng Author
  • Muhajirin L Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Gazali Soppeng Author

Keywords:

Keberlanjutan Pendidikan Anak, Persepsi Orang Tua

Abstract

Penelitian ini membahas tentang persfektif orang tua dalam melanjutkan Pendidikan anak pada perguruan tinggi serta analis kendala yang dihadapinya. Lokasi penelitian di Desa Palangiseng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Penelitian dilatari oleh perkembangan teknologi informasi dan budaya masyarakat pedesaan khususnya di kabupaten Soppeng yang berpotensi memengaruhi persepsi orang tua dalam melanjutkan pendidikan anak-anaknya pada perguruan tinggi. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (fiel research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber datanya adalah orang tua/wali dari desa Palangiseng baik yang mempunyai maupun yang tidak mempunyai anak yang sedang kuliah dengan jumlah 10 orang. Analisis data dilakukan dengan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi dan penarikan kesimpulan. Sementara uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan dinamika budaya masyarakat pedesaan di Kabupaten Soppeng, khususnya Desa Palangiseng, mempengaruhi persepsi orang tua dalam melanjutkan pendidikan anak ke perguruan tinggi. persepsi orang tua terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu positif, netral, dan negatif. Persepsi positif melihat pendidikan tinggi sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan anak. Persepsi netral mengakui pentingnya pendidikan, namun keputusan melanjutkan studi sangat bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga. Sementara itu, persepsi negatif memandang pendidikan tinggi bukan jaminan keberhasilan, terutama karena realitas sosial di sekitar mereka. Persepsi tersebut tidak terbentuk secara individual semata, melainkan merupakan hasil interaksi antara kondisi ekonomi, tingkat pendidikan orang tua, pengalaman sosial, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi. Kesimpulan Persepsi orang tua di Desa Palangiseng terhadap pendidikan tinggi terbagi menjadi persepsi positif, netral, dan negatif. Sementara kendala utama meliputi keterbatasan ekonomi, rendahnya Pendidikan orang tua, minimnya akses informasi, serta    kekhawatiran terhadap masa depan anak. Sehingga direkomendasikan kepada pemangku kepentingan untuk terus melakukan sosialisasi akan pentingnya pendidikan bagi anak.

Downloads

Published

2025-12-31

Similar Articles

41-50 of 169

You may also start an advanced similarity search for this article.