Pragmatisme dan Implikasinya dalam Pendidikan Agama Kristen

Authors

  • Vira Bella D. Persulessy Institut Agama Kristen Negeri Kupang Author
  • Alisa Marta Boimau Institut Agama Kristen Negeri Kupang Author
  • Samuel Adiputra Lawa Institut Agama Kristen Negeri Kupang Author
  • Elsi Merlina Pratina Institut Agama Kristen Negeri Kupang Author

Keywords:

Pragmatisme, Pendidikan, John Dewey, Pendidikan Agama Kristen, Filsafat Pendidikan

Abstract

Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang berkembang di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 sebagai respons terhadap filsafat klasik yang dianggap kurang relevan dengan realitas kehidupan. Aliran ini menekankan bahwa kebenaran suatu ide ditentukan oleh manfaat dan konsekuensi praktisnya dalam memecahkan masalah nyata. Tokoh-tokoh utama pragmatisme seperti Charles Sanders Peirce, William James, dan John Dewey memberikan kontribusi besar, khususnya dalam pengembangan filsafat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar pragmatisme, tokoh-tokoh utama dan gagasan pentingnya, implikasi pragmatisme dalam pendidikan umum, serta menganalisis penerapannya dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur untuk menggambarkan secara sistematis pemikiran pragmatisme dan relevansinya dalam dunia pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pragmatisme memiliki kontribusi signifikan dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada pengalaman, pemecahan masalah, dan kebutuhan peserta didik. Dalam konteks PAK, pragmatisme dapat diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek, kolaboratif, dan berbasis masalah yang tetap dikritisi melalui pandangan Alkitab.

Downloads

Published

2026-01-23

Similar Articles

21-30 of 110

You may also start an advanced similarity search for this article.