Komunikasi Kebijakan Dalam Upaya Preventif Pada Kekerasan Seksual Anak Di Kecamatan Binjai Utara
DOI:
https://doi.org/10.70294/7sh8q111Keywords:
anak, kekerasan seksual, komunikasi kebijakanAbstract
Anak adalah amanah sekaligus generasi penerus bangsa yang harus memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual yang berdampak serius terhadap perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak menunjukkan bahwa upaya pencegahan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada tingkat masyarakat. Pemerintah merespons kondisi tersebut melalui Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang menekankan peran aktif masyarakat dalam pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi kebijakan PATBM dalam upaya preventif kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Binjai Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan aparat pemerintah, Satgas PATBM, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan PATBM telah dilakukan melalui pelatihan kader dan forum masyarakat, namun belum menjangkau seluruh warga secara merata. Kejelasan dan konsistensi pesan kebijakan masih menghadapi kendala akibat keterbatasan partisipasi pemangku kepentingan dan dominasi peran oleh segelintir kader aktif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan komunikasi kebijakan yang inklusif, konsisten, dan berbasis komunitas diperlukan agar PATBM dapat berfungsi secara optimal sebagai upaya preventif perlindungan anak.