Transformasi Limbah Baglog Jamur Tiram Menjadi Bio-Briket Bernilai Ekonomis (Studi Kasus di CV Surya Muda Mandiri, Kabupaten Gowa)
Keywords:
Limbah Baglog, Biobriket, Jamur TiramAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui limbah baglog jamur tiram dapat dijadikan sebagai bahan baku bio briket, untuk mengetahui karakteristik briket yang dihasilkan dari limbah baglog jamur tiram sesuai dengan beberapa standar mutu SNI, untuk mengetahui perbandingan komposisi bahan limbah baglog yang dapat dijadikan sebagai bio briket di CV Surya Muda Mandiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Perlakuan K : Tepung tapioka 25 g : limbah baglog 25 g : Air 25 g, A : Tepung tapioka 20 g : limbah baglog 20 g : Air 20 g, B : Tepung tapioka 30 g : limbah baglog 30 g : Air 30 g, C : Tepung tapioka 35 g : limbah baglog 35 g : Air 35 g. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat hilang suhu 950℃, nilai kalor, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik briket yang dihasilkan dari limbah baglog jamur tiram yang sesuai dengan standar mutu SNI yaitu kadar air dan kadar zat menguap pada suhu 950℃, sedangkan karakteristik briket yang tidak memenuhi standar mutu SNI yaitu kadar abu dan nilai kalor. Adapun perbandingan komposisi bahan limbah baglog yang dapat dijadikan sebagai bio briket yaitu pada perlakuan A dengan konsentrasi perbandingan 20g tepung tapioka, 20g limbah baglog, dan 20g air.