Hubungan Antara Tingkat Kesepian dan Intensitas Self-Disclosure kepada Chatbot Ai pada Mahasiswa
Keywords:
Kesepian, self-disclosure, chatbot AI, mahasiswa, hubungan korelasionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesepian dan intensitas self-disclosure kepada chatbot AI pada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif UNESA yang berjumlah 71.999 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 400 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu mahasiswa aktif UNESA, pernah menggunakan chatbot AI, dan pernah melakukan self-disclosure kepada chatbot AI. Instrumen yang digunakan adalah UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Interpersonal Communication Questionnaire (ICQ). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesepian dan intensitas self-disclosure kepada chatbot AI (r = 0,182; p = 0,000). Hubungan tersebut bersifat positif dengan kategori sangat lemah, yang berarti semakin tinggi tingkat kesepian mahasiswa, maka semakin tinggi intensitas self-disclosure yang dilakukan kepada chatbot AI. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,033 menunjukkan bahwa tingkat kesepian memberikan kontribusi sebesar 3,3% terhadap intensitas self-disclosure. Temuan ini sejalan dengan Teori Kebutuhan Relasional Weiss (1973). Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian psikologi digital dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perguruan tinggi dalam menyediakan layanan pendampingan mahasiswa yang lebih mudah diakses.
References
Altman, I., & Taylor, D. A. (1973). Social penetration: The development of interpersonal relationships. Holt, Rinehart & Winston.
Herbener, A. B., & Damholdt, M. F. (2025). Are lonely youngsters turning to chatbots for companionship? The relationship between chatbot usage and social connectedness in Danish high-school students. International Journal of Human-Computer Studies, 196, 103409. https://doi.org/10.1016/j.ijhcs.2024.103409 PubMed CentralScienceDirect
Leung, L. (2002). Loneliness, self-disclosure, and ICQ ("I seek you") use. CyberPsychology & Behavior, 5(3), 241–251. https://doi.org/10.1089/109493102760147240 PubMed
Maslakhah, C. L., Jaro'ah, S., & Savira, S. I. (2025). Pengaruh dukungan sosial terhadap tingkat kesepian dengan jenis kelamin sebagai variabel moderator pada mahasiswa rantau. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 12(2), 611–624. (cek DOI di laman jurnal) Unesa
Nuraini, I., & Laksmiwati, H. (2024). Pengaruh kesepian terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 954–965. https://doi.org/10.26740/cjpp.v11i1.62380 Unesa
Papneja, H., & Yadav, N. (2025). Self-disclosure to conversational AI: A literature review, emergent framework, and directions for future research. Personal and Ubiquitous Computing, 29(2), 119–151. https://doi.org/10.1007/s00779-024-01823-7 Springer
Russell, D. W. (1996). UCLA Loneliness Scale (Version 3): Reliability, validity, and factor structure. Journal of Personality Assessment, 66(1), 20–40. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa6601_2 Unbound Medicine
Weiss, R. S. (1973). Loneliness: The experience of emotional and social isolation. MIT Press. WorldCat
Yao, R., & Nan, Y. (2026). Understanding attachment to social chatbots: The roles of loneliness, self-disclosure, and empathy. Journal of Consumer Behaviour, 25(1), 425–443. https://doi.org/10.1002/cb.70077 Wiley Online Library






