Analisis Pelaksanaan Metode Pre-Boring Terhadap Efektivitas Pekerjaan Pemancangan Tiang Pancang Beton Bulat Berongga Pada Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III

Authors

  • Pandya Fadil Munpitoro Universitas Mpu Tantular Author
  • Edison Hatoguan Manurung Universitas Mpu Tantular Author

Keywords:

Pre-Boring, Spun Pile, Pemancangan, PDA Test, Jalan Tol

Abstract

Pekerjaan fondasi spun pile merupakan suatu tahap vital pada pembangunan jalan tol, terutama di lokasi dengan kondisi tanah yang berbeda serta memiliki lapisan tanah keras. Keadaan ini mampu menghambat proses pemancangan, maka dari itu dibutuhkan metode pre-boring sebagai upaya awal guna memperkecil hambatan tanah sebelum pemancangan dimulai. Riset ini bertujuan untuk menilai seberapa baik pemakaian metode pre-boring bagi kelancaran operasional pemancangan spun pile pada Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 2. Teknik yang dipakai dalam riset ini adalah deskriptif dengan metode observasi lapangan lewat pengamatan nyata di lokasi, dokumentasi, serta penghimpunan data proyek meliputi gambar kerja, bore log, Laporan Pemancangan Pondasi (PDR), dan hasil dari Pile Driving Analyzer (PDA Test). Temuan riset mengisyaratkan bahwa metode pre-boring bisa menurunkan gangguan penetrasi pada lapisan tanah keras sehingga seluruh proses pemancangan menjadi jauh lebih efisien. Penyesuaian pemakaian mata bor sesuai dengan sifat karakteristik tanah serta penetapan kedalaman pengeboran menurut data bore log turut meningkatkan efisiensi pekerjaan ini. Evaluasi data dari PDA Test memperlihatkan bahwa fondasi memiliki daya dukung maksimum (RMX) sebesar 365 ton, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daya dukung rencana sebesar 343,135 ton, serta nilai DMX sebesar 11 mm yang masih dalam batas maksimum yang disyaratkan. Berdasarkan poin yang didapat, metode pre-boring dianggap manjur dalam membantu kelancaran pemancangan spun pile serta membentuk fondasi yang memenuhi standar teknis.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik. Badan Standardisasi Nasional.

Das, B. M., & Sivakugan, N. (2017). Fundamentals of Geotechnical Engineering. Cengage Learning.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 31/SE/M/2015 tentang Pedoman Pemilihan Alat Pemancang Tiang Fondasi Jembatan.

Manurung, E. H. (2021). Pelaksanaan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada proyek konstruksi. Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil.

Hutama Karya - Brantas - Jaya Konstruksi - Yasa. (2024). Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi III (Cileles-Panimbang) Fase 2 Paket 2.

PT Grant Surya Multi Sarana. (2026). Method Statement Pekerjaan Pondasi Spun Pile Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III Fase 2 Paket 2. Dokumen Internal.

PT Grant Surya Multi Sarana. (2026). Bore Log Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III Fase 2 Paket 2. Dokumen Internal.

PT Grant Surya Multi Sarana. (2026). Pile Driving Report (PDR) Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III Fase 2 Paket 2. Dokumen Internal.

PT Grant Surya Multi Sarana. (2026). Pile Driving Analyzer (PDA Test Report) Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III Fase 2 Paket 2. Dokumen Internal.

ASTM International. (2026). ASTM D4945-26: Standard Test Method for High-Strain Dynamic Testing of Deep Foundations. ASTM International.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan

Published

2026-07-12

How to Cite

Analisis Pelaksanaan Metode Pre-Boring Terhadap Efektivitas Pekerjaan Pemancangan Tiang Pancang Beton Bulat Berongga Pada Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III. (2026). INOMATEC: Jurnal Inovasi Dan Kajian Multidisipliner Kontemporer , 1(09). https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/view/1523

Similar Articles

41-50 of 74

You may also start an advanced similarity search for this article.