Pengaruh Financial Stress terhadap Anxiety pada Keluarga Miskin
DOI:
https://doi.org/10.70294/Keywords:
Financial Stress, Anxiety, Keluarga Miskin, Kemiskinan, Kesehatan MentalAbstract
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih dihadapi oleh banyak keluarga di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2024 terdapat sekitar 25,22 juta penduduk miskin atau setara 9,03 persen dari total populasi. Kondisi keterbatasan ekonomi yang dialami keluarga miskin berpotensi menimbulkan tekanan finansial (financial stress) yang berdampak langsung terhadap kesehatan psikologis anggota keluarga. Salah satu dampak psikologis yang kerap muncul sebagai respons terhadap tekanan tersebut adalah kecemasan (anxiety). Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana financial stress memengaruhi kondisi anxiety pada keluarga miskin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap keluarga miskin yang menjadi informan penelitian. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan pendapatan, ketidakstabilan pekerjaan, serta meningkatnya kebutuhan hidup menjadi faktor utama yang memunculkan financial stress pada keluarga miskin. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai bentuk kecemasan, di antaranya kekhawatiran terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, kesehatan keluarga, serta ketidakpastian ekonomi jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa financial stress memiliki peran signifikan dalam memengaruhi kondisi kesehatan mental keluarga miskin.
References
Islami, F. N., & Renanita, T. (2025). Young Families ’ Financial Stress : The Importance of Financial Management Behavior with Income as Control Variable. 10(3), 260–272.
Nurkhalida, K., & Renanita, T. (2025). The Mediating Role of Financial Well-Being in the Relationship between Financial Behavior and Stress Among Irregular Income Workers Perilaku Keuangan dan Stres pada Pekerja Berpendapatan Tidak Tetap : Kesejahteraan Keuangan sebagai Mediasi. 30, 249–266. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol30.iss2.art5
Ramadhani, A. P., & Faturohman, T. (2024). The Demographical Analysis of Indonesian Young Adults ’ Financial Anxiety. 12(2), 1725–1732.
Sekar, S., Fadillah, A., Johan, I. R., & Herawati, T. (2025). The Effect of Financial Literacy , Social Support , and Financial Stress on Single-Mother Financial Well-being. 7(3), 580–596. https://doi.org/10.15575/ks.v7i3.
Sorgente, A., Atay, B., Aubrey, M., Bhatia, S., Crespo, C., Fonseca, G., Güneri, O. Y., Lep, Ž., Lessard, D., Negru-subtirica, O., Ranta, M., Relvas, A. P., Singh, N., Sirsch, U., Zupančič, M., & Lanz, M. (2024). One ( Financial Well ‑ Being ) Model Fits All ? Testing the Multidimensional Subjective Financial Well ‑ Being Scale. Journal of Happiness Studies, 25(1), 1–26. https://doi.org/10.1007/s10902-024-00708-z