Pengaruh Faktor Beban Kerja Fisik Terhadap Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Twin Tower Universitas Diponegoro Pt Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk

Authors

  • Pascal Anargia Abirama Aldiansyah Universitas Islam Sultan Agung Author
  • Waskito Yadinu Universitas Islam Sultan Agung Author
  • Benny Syahputra Universitas Islam Sultan Agung Author

Keywords:

Beban Kerja Fisik, FMEA, Konstruksi, Regresi Linier Berganda, Risiko Kecelakaan Kerja, RPN

Abstract

Sektor konstruksi merupakan industri dengan risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tertinggi di Indonesia, di mana beban kerja fisik yang intensif menjadi determinan utama terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas teknis pada Proyek Twin Tower Universitas Diponegoro yang dikelola oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, di mana aktivitas fisik seperti pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) pada ketinggian ekstrem meningkatkan potensi kelelahan fisik dan risiko cedera. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab beban kerja fisik dan menganalisis pengaruhnya terhadap risiko kecelakaan kerja secara empiris. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner subjektif yang disebarkan kepada pekerja MEP di lokasi proyek. Analisis data mengintegrasikan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengukur tingkat risiko melalui nilai Risk Priority Number (RPN) serta analisis regresi linier berganda untuk menguji hubungan kausalitas antar variabel. Kualitas instrumen penelitian dipastikan melalui uji validitas dan reliabilitas menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tugas, organisasi kerja, dan kondisi lingkungan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko kecelakaan kerja dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 94,9%. Secara parsial, variabel organisasi kerja memiliki pengaruh paling dominan terhadap peningkatan risiko. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa semakin berat beban kerja fisik yang dirasakan, maka probabilitas terjadinya kecelakaan kerja akan meningkat secara linear. Sebagai rekomendasi, pihak manajemen perlu melakukan redesain tugas berbasis ergonomi dan optimalisasi rotasi kerja guna memitigasi kelelahan pekerja.

References

Aditya, R. (2022). Identifikasi variabel risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi gedung bertingkat. Jurnal Mitra Teknik Sipil, 5(2). https://journal.untar.ac.id/index.php/jmts/article/view/16442

Aminestia. (2023). Identifikasi risiko kecelakaan kerja pada proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Siti Khodijah Sidoarjo. ViTeks, 1(1).

Dewi, R. K. (2014). Analisis pengaruh stres kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Dhania, D. R. (2010). Pengaruh stres kerja, beban kerja terhadap kepuasan kerja (Studi pada karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati). Jurnal Psikologi: Universitas Muria Kudus, 1(1), 15–23. https://media.neliti.com/media/publications/236276-analisis-pengaruh-beban-kerja-terhadap-k-9514b0dc.pdf

Gunawan, J., Surono, W., & Andi. (2006). Identifikasi dan alokasi risiko-risiko pada proyek superblok di Surabaya. Jurnal Teknik Sipil.

Irawati, J. (2010). Analisis beban kerja fisik dan mental dengan metode Defense Threat Reduction Agency (DTRA) dan NASA-TLX pada departemen produksi. [Skripsi, Universitas Islam Indonesia].

Kurnia, A. (2010). Manajemen Operasional. Jakarta: Penerbit Alfabeta.

Malino, A. C., & Suharyanto. (2025). Analisis faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada proyek konstruksi gedung bertingkat di Indonesia. Jurnal Teknologi, Manajemen, dan Informasi Teknik (J-TMIT), 3(1). https://jurnal-tmit.com/index.php/home/article/view/839

Marimin, Djatna, T., Suharjito, Hidayat, S., Utama, D. N., Astuti, R., & Martini, S. (2013). Teknik dan analisis pengambilan keputusan fuzzy dalam manajemen rantai pasok. Bogor: IPB Press.

Menteri Tenaga Kerja. (1998). Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor PER.03/MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan. Jakarta: Biro Hukum Kemnaker.

National Incident Database Report. (2011). New Zealand Mountain Safety Council Report. New Zealand: Mountain Safety Council.

Project Management Institute. (2017). A guide to the project management body of knowledge (PMBOK guide) (6th ed.). Pennsylvania: Project Management Institute.

Rajab, M. A., et al. (2024). Hubungan beban kerja fisik dan durasi kerja dengan perilaku tidak aman (unsafe action) pada pekerja konstruksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 15(1). https://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/sf15111

Sari, D. P., et al. (2024). Tinjauan sistematis: Determinan utama kelelahan kerja pada industri di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Tim K3 FT UNY. (2014). Buku Ajar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Universitas Diponegoro. (2025). Groundbreaking pembangunan Twin Tower Kampus Undip Pleburan. https://undip.ac.id/post/41420/groundbreaking-pembangunan-twin-tower-kampus-undip-pleburan.html

Wang, Y. M., Chin, K. S., Poon, G. K. K., & Yang, J. B. (2009). Risk evaluation in failure mode and effects analysis using fuzzy weighted geometric mean. Expert Systems with Applications, 36(2), 1195–1207. https://doi.org/10.1016/j.eswa.2007.11.028

Wicaksono, B., et al. (2024). Analisis tingkat kelelahan yang terjadi pada pekerja konstruksi pada proyek pembangunan gedung bertingkat. [Skripsi/Publication, Universitas Diponegoro]. https://scholar.undip.ac.id/en/publications/kelelahan-yang-terjadi-pada-pekerja-konstruksi

Published

2026-05-24

Similar Articles

21-30 of 212

You may also start an advanced similarity search for this article.