Makam Baginda Sayyid Umar: Jejak Sejarah dan Penyebaran Islam di Daerah Tanjung Atap

Authors

  • Muhammad Bagas Hidayatullah Universitas Sriwijaya Author
  • M. Rizky Kurniawan Universitas Sriwijaya Author
  • Dapid Aryando Universitas Sriwijaya Author
  • Hudaidah Universitas Sriwijaya Author
  • Risa Marta Yati Universitas Sriwijaya Author
  • Wahyu Rizky Andhifani Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia Author

Keywords:

Makam, Palembang, Penyebaran Islam, Sejarah Lokal, Warisan Budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan Makam Baginda Sayyid Umar sebagai salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan jejak penyebaran Islam di daerah. Makam tersebut memiliki nilai historis dan religius karena dikaitkan dengan tokoh ulama yang berperan dalam perkembangan Islam di wilayah Palembang dan sekitarnya. Selain sebagai tempat pemakaman, situs ini juga menjadi simbol penghormatan masyarakat terhadap tokoh penyebar agama serta bagian dari warisan budaya lokal yang masih dijaga hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi literatur serta pengamatan terhadap situs makam sebagai salah satu sumber sejarah lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makam Baginda Sayyid Umar memiliki peran penting sebagai bukti material yang mencerminkan proses penyebaran Islam di daerah tersebut. Selain itu, keberadaan makam juga menunjukkan adanya tradisi ziarah yang masih berlangsung di masyarakat. Dengan demikian, makam ini tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga nilai sosial dan religius bagi masyarakat setempat.

References

i Kesultanan Demak Di Sumatera Dan Kalimantan Abad XV-XVII. JAWI: Journal of Islamic Civilization., 1–17.

Lestari, A. D., & Hamandia, M. R. (2023). Nilai-Nilai Dakwah dalam Strategi Komunikasi Pemasaran Kerajinan Aluminium; Studi pada Toko Sakinah Group Aluminium Sumatera Selatan. 1, 65–77.

Ningsih, S., Hidayatullah, M. B., & Sriwijaya, U. (2025). Makam gubah kh. sulaiman: penyebar ilmu agama islam di bumi sedulang setudung 1. 15, 86–92.

Padila. (1999). Peranan Ulama Dalam Perkembangan Islam Di Ogan Ilir.

Putri, S. A., Ummama, N., Simamora, M. N., & Lovita, R. (2025). Menelusuri Makam Papan Tinggi Sebagai Tanda Peninggalan Penyebaran Islam di Barus. Journal Tsaqifa Nusantara, 04(01), 63–85.

Rohimi. (2020). Sejarah dan prosesi tradisi ziarah makam keleang. Sosial Budaya: Media Komunikasi Ilmu-Ilmu Sosial Dan Budaya, 17(1).

Romadhoni, A. A., Khaura, R. R. A., Aman, & Hidayat, M. E. (2023). Potensi Situs Masjid Makam Mantingan Dan Makam Auliya Daeng Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia. Jurnal Keislaman, 6(1), 61–77.

Siregar, M., Harahap, I., Winaldi, A., & Indah, F. (2024). Makam-Makam Kuno Barus , Eksplorasi Peradaban Titik Nol Islam di Kota Tua yang Terlupakan. JPTAM: Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 4476–4490.

Suwahyu, I. (2020). Sejarah islam di nusantara: dakwah, akulturasi, dan perkembangan. Library Legacy Journal (Journal Lontara DigiTech), 27–34.

Titin, S. (2022). Program Pendampingan Mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam ( SPI ) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ( UINSU ) pada Penelitian dan Pengelolaan Makam-Makam Kuno di Kota Medan. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 6, 72–85.

Published

2026-05-29

Similar Articles

71-80 of 257

You may also start an advanced similarity search for this article.