Bersinergi dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Unggul, Mandiri, dan Berdaya Saing Berbasis Kearifan Lokal: Implementasi Program Kuliah Kerja Nyata di Desa Rantau Puri
Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Kearifan Lokal, Sinergi KolaboratifAbstract
Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses perubahan sosial secara partisipatif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi model sinergi pemberdayaan masyarakat yang unggul, mandiri, dan berdaya saing berbasis kearifan lokal melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rantau Puri. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif melalui tahapan observasi, pemetaan sosial, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi secara deskriptif kualitatif. Program yang dilaksanakan meliputi penguatan moderasi beragama, penyuluhan hukum keluarga, pembinaan pendidikan dan generasi muda, pendampingan UMKM, penguatan administrasi dan penyusunan profil desa, serta peningkatan solidaritas sosial dan kepedulian lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang toleransi dan etika sosial, meningkatnya literasi hukum keluarga, tumbuhnya motivasi belajar dan karakter religius generasi muda, bertambahnya wawasan pelaku UMKM terkait pemasaran digital, tertatanya administrasi desa secara lebih sistematis, serta menguatnya solidaritas sosial melalui kegiatan gotong royong. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga menjadi faktor utama keberhasilan program. Secara keseluruhan, pendekatan berbasis partisipasi dan kearifan lokal terbukti efektif dalam mendorong peningkatan kapasitas, partisipasi, dan kemandirian masyarakat. Model ini berpotensi menjadi praktik baik (best practice) dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat desa yang kontekstual, integratif, dan berkelanjutan.