Pengaruh Persepsi Kemanfaatan, Kemudahan dan Kepercayaan terhadap Niat Penggunaan QRIS Pada UMKM di Boyolali
Keywords:
QRIS, Persepsi Kemanfaatan, Kemudahan, Kepercayaan, Niat Penggunaan, UMKMAbstract
Perkembangan sistem pembayaran digital mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi non-tunai, salah satunya melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Namun, tingkat adopsi QRIS pada UMKM, khususnya sektor kuliner di Kabupaten Boyolali, masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Persepsi Kemanfaatan, Persepsi Kemudahan, dan Kepercayaan terhadap Niat Penggunaan QRIS pada pelaku UMKM kuliner di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 91 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25, yang didahului oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kemanfaatan dan Persepsi Kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Penggunaan QRIS. Sementara itu, Kepercayaan tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Niat Penggunaan QRIS. Secara simultan, Persepsi Kemanfaatan, Persepsi Kemudahan, dan Kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap Niat Penggunaan QRIS. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaku UMKM lebih mempertimbangkan manfaat dan kemudahan penggunaan QRIS dibandingkan aspek kepercayaan dalam menentukan niat penggunaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan Technology Acceptance Model (TAM) serta menjadi bahan pertimbangan praktis bagi pemerintah dan penyedia layanan pembayaran digital dalam mendorong adopsi QRIS pada UMKM daerah.