Dzun al-Nun al-Mishriy (Biografi dan Konsep Ma’rifah)
Keywords:
Dzu Al-Nun Al-Mishri, Ma’rifah, Tasawuf, Gnosis, Akhlak Ilahiyah, Sufisme AwalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan biografi beliau serta menganalisis konsep ma’rifah secara mendalam berdasarkan sumber-sumber klasik tasawuf seperti Ḥilyat al-Awliyā’, Al-Risālah al-Qushayriyyah, Kashf al-Maḥjūb, dan karya-karya sekunder terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari sumber primer (kitab tasawuf klasik) dan sekunder (karya analisis modern), kemudian dianalisis secara hermeneutik dan komparatif untuk memahami pemikiran Dzu al-Nun dalam konteks tasawuf awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dzu al-Nun mengintegrasikan elemen syariat, hakikat, dan filsafat dalam tasawufnya. Konsep ma’rifah dibedakan dari ‘ilm (pengetahuan rasional) dan dibagi menjadi tiga tingkatan, dengan tingkatan tertinggi sebagai ḥāl karunia ilahi yang diperoleh setelah mujāhadah dan pembersihan jiwa. Ma’rifah saling terkait dengan mahabbah (cinta ilahi), bertujuan mencapai al-takhalluq bi akhlāqillāh (menghiasi diri dengan akhlak Allah), dan ditandai dengan kerendahan hati, kesetiaan pada syariat, serta ketaatan meskipun diberkahi karunia. Pemikiran Dzu al-Nun menjadi fondasi penting bagi perkembangan tasawuf selanjutnya dan tetap relevan sebagai pengingat keseimbangan antara usaha hamba dan rahmat Ilahi dalam pengenalan spiritual. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang akar epistemologi mistis Islam melalui salah satu tokoh pionirnya.