Analisis Big Data pada Perdagangan Digital: Studi Komparatif E-Commerce, S-Commerce, dan Q-Commerce Berbasis BERTopic

Authors

  • Jaya Dwi Nurcholis Universitas Maritim Raja Ali Haji Author
  • Musa Hadibrata Universitas Maritim Raja Ali Haji Author
  • Mutiara Maulina Arzakiyah Universitas Maritim Raja Ali Haji Author
  • Finalesvita Br. Nasution Universitas Maritim Raja Ali Haji Author
  • Putri Yuliandari Universitas Maritim Raja Ali Haji Author

Keywords:

Digital Commerce, E-Commerce, S-Commerce, Q-Commerce, BERTopic, Big Data Analytics

Abstract

Transformasi ekonomi digital di Indonesia telah berkembang melampaui batas tradisional, memecah pasar menjadi tiga entitas distingtif: Electronic Commerce (E-Commerce), Social Commerce (S-Commerce), dan Quick Commerce (Q-Commerce). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif yang mendalam mengenai karakteristik operasional, dampak regulasi Permendag Nomor 31 Tahun 2023, serta persepsi konsumen terhadap ketiga model bisnis tersebut. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method), studi ini mengintegrasikan tinjauan literatur kebijakan dengan analisis empiris berbasis Big Data terhadap 1.500 ulasan konsumen yang diambil dari berbagai platform digital. Metode pemodelan topik mutakhir, BERTopic, diterapkan sebagai solusi atas keterbatasan Latent Dirichlet Allocation (LDA) dalam menganalisis teks pendek tidak terstruktur yang sarat dengan bahasa informal. Hasil visualisasi data menunjukkan distribusi topik Pareto, di mana diskursus konsumen didominasi secara signifikan oleh isu "Kepercayaan Sosial" (Social Trust) dan "Interaksi", mengindikasikan bahwa aspek relasional masih menjadi fondasi utama ekonomi digital Indonesia. Analisis kata kunci (keyword analysis) berhasil mengidentifikasi diferensiasi nilai yang tajam: Q-Commerce secara eksklusif diasosiasikan dengan urgensi logistik ("delivery"), sedangkan S-Commerce didorong oleh fitur interaktif ("livestream"). Selain itu, temuan ini mengungkap kemunculan topik emerging terkait "Privasi" dan "UKM", yang merefleksikan respons pasar terhadap intervensi regulasi pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun teknologi memfragmentasi saluran penjualan, integrasi elemen sosial dan jaminan keamanan tetap menjadi penentu utama keberlanjutan bisnis. Penggunaan BERTopic terbukti superior dalam mengekstraksi wawasan semantik yang koheren dari data ulasan yang kompleks, memberikan landasan strategis bagi pengembangan model bisnis hibrida di masa depan.

Downloads

Published

2026-01-28

Similar Articles

71-80 of 259

You may also start an advanced similarity search for this article.