Kedudukan Khaliq – Makhluq dalam Aqidah ASWAJA

Authors

  • Serly Eka Wahyuningtyas Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro Author
  • Mu’minatut Towafiah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro Author
  • Annisa Rahma Maulida Attaromi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro Author

DOI:

https://doi.org/10.70294/d38ymn16

Keywords:

Khaliq, Makhluk, Akidah Aswaja, Hakikat, Majaz

Abstract

Artikel ini membahas mengenai konsep kedudukan kholiq dan makhluk dalam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), khususnya dalam konteks teologis, linguistic, serta implikasi praktiknya dalam kehidupan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai kesalahpahaman dalam masyarakat, terutama terkait penilaian terhadap keutamaan Rasulullah SAW. Yang sering dianggap berlebihan hingga dituduh mendekati kemusyrikan. Melalui pendekatan studi kepustakaan dari kitab dan berbagai artikel, jurnal lain guna memperjelas kedudukan Kholiq, dan makhluq. Pembahasan difokuskan pada konsep hakikat dan majaz dalam Bahasa Arab sebagai instrument penting untuk memahami ayat-ayat Alqur’an dan redaksi shalawat yang secara lahiriah berpotensi menyerupai Allah dengan makhluk atau sebaliknya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman majaz, termasuk majaz ‘aqli, menjadi kunci untuk menjaga kemurnian akidah Aswaja, sekaligus menjelaskan bahwa bentuk-bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW. Dan praktik pembacaan sholawat seperti Nariyah dan Sholawat Fatih tidak dapat dikategorikan sebagai syirik.

Downloads

Published

2026-01-11