Akuntansi Berbasis Tradisi: Pengelolaan Aset Komunal di Kampung Naga Studi Etnografi Mengenai Mekanisme Pencatatan, Distribusi, dan Transparansi Keuangan Adat
DOI:
https://doi.org/10.70294/40373v42Keywords:
Akuntansi Adat, Aset Komunal, Kampung Naga, Etnografi Akuntansi, Transparansi Keuangan, Kearifan LokalAbstract
Penelitian ini dilandasi oleh kritik terhadap akuntansi modern yang berorientasi pada laba dan cenderung mengabaikan keberlanjutan serta nilai nilai kolektif, sehingga diperlukan model alternatif berbasis kearifan lokal. Fokus penelitian adalah praktik pengelolaan aset bersama oleh komunitas adat Kampung Naga yang dilakukan secara efektif dan transparan tanpa aturan akuntansi formal. Tujuannya untuk menawarkan model akuntansi non-kapitalistik yang menekankan keberlanjutan, kolektivitas, dan keseimbangan kosmos (trias kearifan lokal), sekaligus menjelaskan proses pencatatan, pembagian, dan transparansi keuangan dari perspektif akuntansi. Kerangka teori yang digunakan meliputi Akuntabilitas Adat, Akuntansi Kritis, Etnografi Akuntansi, serta konsep Common Pool Resources dari Elinor Ostrom. Data dikumpulkan melalui studi literatur, penelitian terdahulu, dan catatan tertulis mengenai praktik akuntansi adat Kampung Naga, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan hermeneutika dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak menggunakan standar formal seperti PSAK atau IFRS, Kampung Naga mampu mengelola aset kolektif secara transparan melalui pencatatan lisan dan musyawarah adat, dengan leuit sebagai pusat aset dan cadangan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntansi berbasis tradisi Kampung Naga merupakan model akuntansi keberlanjutan yang otentik dan relevan sebagai alternatif bagi akuntansi modern yang berorientasi laba.