Peran Kuliner Khas Batak Dalam Pengembangan Pariwisata di Kota Tarutung

Authors

  • Ricardo Sagala IAKN Tarutung Author
  • Nahael Marudut Amin Mungkur IAKN Tarutung Author
  • Arina Tiurma Manalu IAKN Tarutung Author
  • Liyus Waruwu IAKN Tarutung Author

DOI:

https://doi.org/10.70294/40kcbz92

Keywords:

Kuliner Batak, Pariwisata Gastronomi, Tarutung, Tapanuli Utara, Dali Ni Horbo, Andaliman

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis kuliner tradisional khas Batak Toba, khususnya yang dijumpai di Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, dalam kerangka pengembangan pariwisata gastronomi. Kota Tarutung dikenal memiliki aset wisata unik seperti Pemandian Air Soda Parbubu dan Salib Kasih. Namun, potensi kuliner lokal, yang kaya akan rempah khas seperti andaliman dan produk unik seperti Dali Ni Horbo (keju Batak), sering kali belum terintegrasi secara maksimal sebagai daya tarik utama. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif yang didukung data dari studi literatur dan observasi lingkungan digital, hasil penelitian menunjukkan bahwa kuliner Batak memiliki peran krusial tidak hanya sebagai elemen pelengkap, tetapi sebagai identitas budaya dan daya tarik pembeda (differentiation strategy)[1]. Pengembangan menu berbasis andaliman dan promosi produk lokal seperti Dali Ni Horbo dan Natinombur secara terstruktur mampu menciptakan pengalaman otentik bagi wisatawan, mendorong kunjungan ulang, serta berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Strategi pengembangan harus berfokus pada pelestarian tradisi, peningkatan kualitas produk dan promosi digital yang menonjolkan narasi budaya di balik setiap hidangan.

 

Published

2026-01-10

Similar Articles

21-30 of 183

You may also start an advanced similarity search for this article.