Pengrajin Calung Sunda Jago Sihir: Bambu Liar Jadi Laba Gendut ala Maestro Kreatif
DOI:
https://doi.org/10.70294/azg69083Keywords:
Calung, Ekonomi Kreatif, Pengrajin Tradisional, SAK, IFRSAbstract
Penelitian ini memfokuskan pada proses kreativitas dan pengelolaan pengrajin calung Sunda yang dikatakan mempunyai kemampuan sihir karena mampu mengubah bambu liar menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Jika dalam ekonomi kreatif, keterampilan tersebut tidak hanya berakar pada kemampuan artistik tetapi juga pengelolaan usaha yang berakuntansi baku dan berkualitas SAK dan IFRS. Kajian ini difokuskan bagaimana para pengrajin mengelola produksi, biaya dan pendapatan dapat lebih baik dengan bidang kerajinan tradisional akuntansi kreatif. Hakikat dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus terhadap akuntansi dan budaya yang harus saling terikat dalam produksi alat musik calung. Hasil akhir bawasannya pengrajin memerlukan peningkatan melalui pencatatan akuntansi, dilanjut dengan persediaan yang mumpuni untuk nilai akhir yang dapat di terima secara jelas dan rinci. Maka dari itu, penelitian ini berjudul "bambu liar jadi laba gendut" bukan karna hal mistis tetapi bagaimana cara para pengrajin memajukan hal tersebut menjadi nilai yang tercipta semaksimal mungkin.