Penanganan Defect Pada Line Injeksi Manufacture Electronic dengan Metode DMAIC
DOI:
https://doi.org/10.70294/52nqrp77Keywords:
Six Sigma DMAIC, Injection Molding, Defect Black Spot dan Burn Mark, Pengendalian KualitasAbstract
Perusahaan yang menjadi objek penelitian ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur elektronik, khususnya dalam memproduksi cover AC. Penelitian ini berfokus pada permasalahan defect Black Spot (titik hitam) dan Burn Mark (bekas terbakar) yang muncul pada proses injection molding. Berdasarkan data produksi, jumlah defect tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sehingga berdampak pada naiknya biaya kualitas yang harus dikendalikan oleh perusahaan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) guna menurunkan rasio produk NG. Data penelitian ini diperoleh langsung dari line injeksi serta data produksi dan defect selama periode September-November 2025. Pada tahap Measure, peneliti melakukan perhitungan DPU, DPMO dan level sigma untuk mengetahui kinerja prosesnya. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan total defect selama 3 bulan sebanyak 527 unit dari total prouduksi 20.268 unit dengan rata-rata level sigma proses sebesar ±3,96. Tahap Analyze mengidentifikasi bahwa penyebab utama munculnya defect berasal dari human error, seperti kurang telitinya operator dalam melakukan pembersihan mold atau pengaturan parameter proses. Selain faktor manusia, ditemukan pula faktor lain yang memengaruhi ketidaksempurnaan proses, seperti kontaminasi material, kondisi mesin yang tidak stabil, dan prosedur purging yang kurang optimal, yang semuanya dapat memicu timbulnya Black Spot dan Burn Mark. Tahap Improve Sebagai bentuk perbaikan, perusahaan menerapkan kebijakan berupa peningkatan pengawasan proses, pengecekan kebersihan mold dan mesin secara rutin, serta pelatihan atau training terkait penerapan prinsip 4M dan 1E di lingkungan produksi. Tahap Control dilakukan dengan standarisasi prosedur kerja, pengisian checksheet harian dan pengawasan berkelanjutan untuk mencegah terulangnya defect. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan konsistensi proses injection molding dan meminimalkan kemunculan defect pada produk cover AC.