Perencanaan Struktur Baja Bertingkat Mengacu Pada Standar Nasional Indonesia (SNI)

Authors

  • Rachmaiyanti Universitas Mpu Tantular Author
  • Edison Hatoguan Manurung Universitas Mpu Tantular Author

Keywords:

Struktur Baja, SNI 1729:2020, SNI 1726:2019, LRFD, Rangka Momen Khusus, Beban Gempa, WF

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan kebutuhan ruang yang pesat. Struktur baja menjadi pilihan utama karena rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi, kemudahan fabrikasi, dan ketahanan terhadap beban dinamis termasuk gempa. Artikel ini menyajikan perencanaan struktur baja bertingkat tiga lantai menggunakan profil WF (Wide Flange) dari material BJ-41 (fy = 250 MPa) berdasarkan SNI 1729:2020 tentang Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural dan SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa. Analisis beban meliputi beban mati, beban hidup, dan beban gempa berdasarkan Spektrum Respons Desain Kota Bandung (Kelas Situs SD, KDS-D). Sistem yang digunakan adalah Rangka Momen Khusus (SMF) dengan R = 8. Kontrol elemen mengacu pada konsep LRFD. Hasil menunjukkan profil WF 350×175×7×11 untuk balok induk dan WF 250×250×9×14 untuk kolom memenuhi seluruh persyaratan SNI 1729:2020 dengan rasio utilisasi tertinggi 0,938. Simpangan antar lantai maksimum 25,3 mm jauh di bawah batas izin 80 mm.

References

Agus, S., & Rofikuddin, M. (2022). Studi Perbandingan Desain Balok Baja WF Berdasarkan SNI 1729:2015 dan SNI 1729:2020. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 7(2), 112–124.

American Institute of Steel Construction (AISC). (2017). Steel Construction Manual (15th ed.). AISC.

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 1726:2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung. BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2020a). SNI 1729:2020 Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural. BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2020b). SNI 1727:2020 Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain. BSN.

Firdaus, M., & Halim, A. (2021). Analisis Daktilitas Sambungan Momen pada Rangka Baja Bertingkat di Zona Gempa Tinggi. Media Teknik Sipil, 19(1), 45–58.

Imran, I., & Hendrik, F. (2014). Perencanaan Lanjut Struktur Beton Bertulang. Penerbit ITB.

Purnomo, H., Wijaya, A., & Nugraha, R. (2023). Evaluasi Kinerja Seismik Sistem Rangka Momen Khusus Baja Berdasarkan SNI 1726:2019 pada Bangunan Perkantoran di Bandung. Jurnal Rekayasa Sipil, 17(3), 201–215.

Purwono, R. (2015). Perencanaan Struktur Baja dengan Menggunakan AISC-LRFD. ITS Press.

Salmon, C. G., Johnson, J. E., & Malhas, F. A. (2009). Steel Structures: Design and Behavior (5th ed.). Pearson.

Setiawan, A. (2020). Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD (2nd ed.). Erlangga.

Sirodz, F. A. (2026). Perencanaan Struktur Baja Gedung Komersial (SMPN 50 Bekasi) dengan Metode LRFD. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(2), 748–752. https://doi.org/10.62335

Published

2026-07-13

How to Cite

Perencanaan Struktur Baja Bertingkat Mengacu Pada Standar Nasional Indonesia (SNI). (2026). INOMATEC: Jurnal Inovasi Dan Kajian Multidisipliner Kontemporer , 1(09). https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/view/1530

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 141

You may also start an advanced similarity search for this article.